Update: Kamis, 30 April 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 302
-6.79%
Volume
402.360 lot
MA 5
327
MA 20
332
RSI
40.23
High
318
Low
292
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.69%
Support (10d)
292
Resistance (10d)
406
Volume Trend (10d)
+220.7%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-6.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.275 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp292, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp406.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 292, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, ada satu yang pendekatannya paling unik dan berbeda dari yang lain. Alat ini tidak menggunakan moving average, tidak menggunakan rumus statistik kompleks, dan tidak menggunakan rasio Fibonacci seperti kebanyakan indikator lainnya. Alat itu adalah Murray Math Lines (MML). Dikembangkan oleh seorang trader legendaris bernama T.H. Murray, yang kemudian dipopulerkan dan disempurnakan oleh Tim Murray (kecil kemungkinan ada hubungan keluarga, meskipun namanya mirip), MML didasarkan pada konsep yang brilian namun sederhana: harga bergerak dalam oktaf. Ya, seperti oktaf dalam musik. Murray percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang terbagi menjadi 8 bagian sama besar, dan level-level ini berulang pada skala yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah sistem support dan resistance yang sangat terstruktur. Apa Itu Murray Math Lines? Murray...

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  2. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  3. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  4. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  5. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  6. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  7. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  10. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem

TradingView Chart - PYFA