Update: Kamis, 30 April 2026

CHEK

PT. Diastika Biotekindo Tbk.

Rp 138
-1.43%
Volume
7.332 lot
MA 5
139
MA 20
140
RSI
36.84
High
140
Low
136
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.98%
Support (10d)
135
Resistance (10d)
143
Volume Trend (10d)
-25.7%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.692 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CHEK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp135, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp143.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 128 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru

Dalam perjalanan sebuah saham, ada momen-momen penting ketika harga keluar dari masa stagnasi dan memulai babak baru. Momen itu seringkali ditandai oleh sebuah lompatan harga yang dramatis: sebuah celah kosong di chart yang tidak diisi oleh aktivitas perdagangan. Celah itu disebut Breakaway Gap. Ia adalah gap pertama yang muncul setelah periode konsolidasi atau pola pembalikan. Lebih dari sekadar lompatan biasa, breakaway gap adalah deklarasi resmi bahwa tren baru telah lahir. Trader yang bisa mengenali breakaway gap sejak dini memiliki keuntungan luar biasa. Mereka bisa masuk di awal tren, sebelum harga bergerak terlalu jauh, dan menikmati pergerakan besar yang mengikuti. Sebaliknya, trader yang melewatkan breakaway gap seringkali mengejar harga yang sudah terlalu tinggi—atau terjebak di arah yang salah. Apa Itu Breakaway Gap? Dalam analisis teknikal,...

Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga penutupan (close) — mengabaikan apa yang terjadi di dalam periode perdagangan itu sendiri. Padahal, sebuah candlestick dengan badan panjang (jauh antara open dan close) memberikan informasi yang sangat berbeda dibandingkan candlestick dengan badan pendek, meskipun harga penutupannya sama. Di sinilah Qstick berperan. Dikembangkan oleh Tushar Chande, tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator (CMO) dan banyak inovasi lainnya, Qstick adalah indikator yang menghitung selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan yang dirata-ratakan selama periode tertentu. Hasilnya adalah ukuran yang lebih akurat tentang siapa yang benar-benar mengendalikan pasar — pembeli atau penjual — berdasarkan apa yang terjadi di dalam setiap candle. Karakteristik Qstick Qstick adalah indikator osilator yang mengukur selisih (open - close) atau (close - open)...

Artikel menarik lainnya:

  1. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  2. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  3. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  4. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  5. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  6. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  7. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  8. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  9. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  10. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick

TradingView Chart - CHEK