Update: Kamis, 30 April 2026

CRAB

PT. Toba Surimi Industries Tbk.

Rp 210
-0.94%
Volume
14.014 lot
MA 5
211
MA 20
214
RSI
38.89
High
214
Low
208
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
206
Resistance (10d)
222
Volume Trend (10d)
-39.2%
Score
15
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -145 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CRAB saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp206, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp222.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 196 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory

Dalam analisis teknikal saham, ada sebuah teori yang cukup terkenal dan telah digunakan selama hampir satu abad untuk memahami pergerakan harga: Elliott Wave Theory. Di jantung teori ini terdapat konsep tentang Impulse Wave – lima gelombang yang bergerak searah dengan tren utama. Impulse Wave adalah fondasi dari semua pergerakan harga. Memahami struktur lima gelombang ini akan membantu Anda mengenali kapan pasar sedang dalam fase tren yang sehat, di mana titik entry yang baik, dan di mana kemungkinan pembalikan akan terjadi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Impulse Wave (gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5), mulai dari karakteristik setiap gelombang, aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, psikologi di baliknya, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Impulse Wave? Dalam Elliott Wave Theory, pergerakan harga...

Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat

Setiap trader yang pernah belajar analisis teknikal pasti mengenal garis tren (trendline). Satu garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi atau terendah, membantu menentukan arah dan momentum pasar. Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi ketika banyak garis tren yang berbeda justru bertumpuk di area yang sama? Fenomena ini disebut Stacked Trendline atau Trendline Stack. Ia terjadi ketika beberapa garis tren dari periode waktu berbeda, kerangka waktu berbeda, atau titik referensi berbeda, semuanya berkumpul di area harga yang sempit. Stacked trendline bukanlah kebetulan. Ini adalah pertemuan kekuatan analitis yang memberi sinyal bahwa suatu level harga memiliki signifikansi luar biasa. Ketika banyak garis tren "menumpuk" di satu area, level tersebut menjadi seperti tembok benteng—sangat sulit ditembus. Dan ketika akhirnya ditembus, pergerakan yang terjadi biasanya eksplosif. Apa Itu...

Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar

Di antara berbagai pola dua candlestick, ada satu pola yang paling ekstrem dan dramatis—dinamakan Kicking Pattern. Pola ini mendapat namanya dari metafora "tendangan" karena pergerakan harga yang sangat tajam dan tiba-tiba, seolah-olah pasar mendapat tendangan keras yang mengubah arah secara instan. Kicking Pattern adalah salah satu pola reversal paling kuat dalam analisis teknikal candlestick. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Kicking Pattern (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Kicking Pattern? Kicking Pattern adalah pola dua candlestick yang terbentuk ketika terjadi gap yang sangat lebar antara candle pertama dan candle kedua, dengan kedua candle memiliki warna yang berlawanan dan tubuh yang panjang. Pola ini memiliki dua versi: Versi Tren Sebelumnya Candle 1...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  2. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  3. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  10. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

TradingView Chart - CRAB