Update: Kamis, 30 April 2026

CSIS

PT. Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Rp 188
+8.05%
Volume
313.216 lot
MA 5
180
MA 20
175
RSI
62.89
High
216
Low
183
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.80%
Support (10d)
172
Resistance (10d)
216
Volume Trend (10d)
+106.0%
Score
85
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
10.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13.468 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp172, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp216.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 188 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 216 - 235 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 179 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, mungkin tidak ada yang terlihat semisterius, sekontroversial, dan sekuat Gann Angles. Dikembangkan oleh William Delbert Gann (1878-1955), seorang trader legendaris yang dikatakan mengubah $10 menjadi $50 juta dalam 30 tahun, Gann Angles adalah sistem analisis yang menghubungkan waktu dan harga dalam kerangka geometri. Gann percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang teratur dan dapat diprediksi menggunakan rasio geometris. Baginya, hubungan antara waktu dan harga tidak acak, tetapi mengikuti rasio tertentu seperti 1:1, 2:1, 1:2, dan seterusnya. Apa Itu Gann Angles? Gann Angles adalah garis-garis diagonal yang digambar dari titik puncak atau dasar signifikan dengan kemiringan tertentu. Setiap sudut merepresentasikan hubungan spesifik antara pergerakan harga (sumbu vertikal) dan waktu (sumbu horizontal). Filosofi dasar Gann: "Ketika waktu dan harga...

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  2. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  3. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  4. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  5. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  6. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  7. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  8. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  9. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  10. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

TradingView Chart - CSIS