Update: Kamis, 30 April 2026

INDO

PT. Royalindo Investa Wijaya Tbk.

Rp 155
-4.91%
Volume
858.934 lot
MA 5
160
MA 20
163
RSI
30.77
High
161
Low
155
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.90%
Support (10d)
155
Resistance (10d)
171
Volume Trend (10d)
+105.4%
Score
25
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -70.446 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp155, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp171.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 147 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory

Dalam analisis teknikal saham, ada sebuah teori yang cukup terkenal dan telah digunakan selama hampir satu abad untuk memahami pergerakan harga: Elliott Wave Theory. Di jantung teori ini terdapat konsep tentang Impulse Wave – lima gelombang yang bergerak searah dengan tren utama. Impulse Wave adalah fondasi dari semua pergerakan harga. Memahami struktur lima gelombang ini akan membantu Anda mengenali kapan pasar sedang dalam fase tren yang sehat, di mana titik entry yang baik, dan di mana kemungkinan pembalikan akan terjadi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Impulse Wave (gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5), mulai dari karakteristik setiap gelombang, aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, psikologi di baliknya, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Impulse Wave? Dalam Elliott Wave Theory, pergerakan harga...

Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, dunia pola harmonic terus berkembang dengan berbagai formasi baru. Setelah mempelajari Gartley, Bat, Butterfly, Crab, hingga Cypher, kini saatnya mengenal pola harmonic yang relatif baru namun semakin populer: Nen STAR. Pola Nen STAR adalah formasi harmonic advanced yang dirancang untuk mengidentifikasi perubahan tren pasar dan memprediksi titik pembalikan harga dengan presisi tinggi. Pola ini menggabungkan prinsip Fibonacci dengan struktur gelombang korektif, menciptakan alat analisis yang cukup akurat untuk berbagai instrumen trading, termasuk saham, cryptocurrency, forex, dan komoditas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Nen STAR (baik bullish maupun bearish), mulai dari karakteristik, rasio Fibonacci yang digunakan, struktur titik-titiknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Nen STAR? Nen STAR adalah pola harmonic reversal (pembalikan) yang...

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  2. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  3. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  4. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  5. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  6. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  7. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  8. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  9. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  10. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

TradingView Chart - INDO