Update: Kamis, 30 April 2026

CSMI

PT. Cipta Selera Murni Tbk.

Rp 101
-3.81%
Volume
298.157 lot
MA 5
102
MA 20
97
RSI
60.00
High
123
Low
90
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.98%
Support (10d)
90
Resistance (10d)
140
Volume Trend (10d)
+59.0%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
5.21 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.632 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSMI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp90, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp140.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 140 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 154, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 90 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Setelah mempelajari berbagai pola kelanjutan tren bullish, kini saatnya memahami sisi sebaliknya dari pasar yang sedang melemah. Bearish Pennant adalah pola teknikal yang wajib diketahui oleh trader yang ingin mengidentifikasi kelanjutan tren turun dengan tingkat akurasi tinggi. Apa Itu Bearish Pennant? Bearish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga turun secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai panji atau umbul-umbul terbalik yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera mengarah ke bawah. Pola ini mencerminkan pertarungan antara penjual dan pembeli setelah penurunan drastis. Para pembeli mencoba melakukan rebound, tetapi tekanan jual masih begitu kuat sehingga pergerakan naik semakin melemah dan akhirnya harga kembali jatuh. Karakteristik Pola Bearish Pennant...

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Artikel menarik lainnya:

  1. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  2. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  3. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  4. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  5. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  8. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  9. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  10. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru

TradingView Chart - CSMI