Update: Kamis, 30 April 2026

PRDA

PT. Prodia Widyahusada Tbk.

Rp 2.540
0.00%
Volume
4.260 lot
MA 5
2.542
MA 20
2.511
RSI
58.62
High
2.540
Low
2.500
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.57%
Support (10d)
2.460
Resistance (10d)
2.590
Volume Trend (10d)
+48.1%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
3.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -285 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRDA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.460, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 2.590 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.849, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.460 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator momentum hanya menggunakan satu periode waktu (misalnya RSI 14 hari, Stochastic 14 periode, CCI 20 periode). Namun, ada satu indikator yang unik karena menggabungkan tiga periode waktu yang berbeda sekaligus: Ultimate Oscillator. Ultimate Oscillator dikembangkan oleh Larry Williams (pencipta Williams %R) pada tahun 1976. Latar belakang penciptaannya adalah frustrasi Larry Williams terhadap false signal yang sering terjadi pada indikator momentum tunggal. Ia menyadari bahwa tren yang sama bisa terlihat berbeda di timeframe yang berbeda (harian, mingguan, bulanan). Solusinya: menggabungkan tiga periode (short-term, intermediate-term, long-term) ke dalam satu indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Ultimate Oscillator dirancang untuk mengurangi false signal (terutama di pasar sideways) dan memberikan sinyal overbought/oversold yang lebih andal. Indikator ini sangat cocok untuk...

Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory memiliki berbagai bentuk gelombang. Setelah mempelajari Impulse Wave (5 gelombang) dan Corrective Wave (3 gelombang), kini saatnya mengenal pola yang unik dan sering menjadi kunci pembalikan tren: Diagonal Triangle (Segitiga Diagonal). Diagonal Triangle adalah pola gelombang yang berbentuk seperti segitiga, tetapi memiliki struktur internal yang berbeda dari triangle biasa. Pola ini sangat penting dikenali karena sering menandai akhir dari sebuah tren (ending diagonal) atau awal dari tren baru (leading diagonal). Tidak seperti impulse wave biasa yang mengikuti aturan "wave 4 tidak boleh tumpang tindih dengan wave 1", diagonal triangle justru melanggar aturan ini. Inilah yang membuatnya istimewa dan mudah dikenali. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Diagonal Triangle (baik Ending maupun Leading), mulai dari karakteristik, struktur...

KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah memilih indikator yang tepat. Trader sering menggunakan RSI untuk momentum jangka pendek, MACD untuk jangka menengah, dan indikator lain untuk jangka panjang. Bagaimana jika ada satu indikator yang menggabungkan semuanya? Itulah KST Indicator (Know Sure Thing) . Dikembangkan oleh analis teknikal Martin Pring, KST adalah indikator momentum yang menggabungkan empat rate of change (ROC) dengan periode yang berbeda — dari jangka pendek hingga jangka panjang — menjadi satu sinyal yang terintegrasi. Namanya sendiri "Know Sure Thing" mencerminkan keyakinan bahwa indikator ini memberikan sinyal yang lebih andal karena mempertimbangkan berbagai horizon waktu. Bagi trader yang ingin menyederhanakan analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, KST adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik KST Indicator KST adalah indikator osilator yang menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  2. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  3. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  6. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  7. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  8. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  9. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  10. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

TradingView Chart - PRDA