Update: Kamis, 30 April 2026

DMMX

PT. Digital Mediatama Maxima Tbk.

Rp 220
+0.92%
Volume
2.150 lot
MA 5
221
MA 20
219
RSI
60.87
High
220
Low
218
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.96%
Support (10d)
214
Resistance (10d)
242
Volume Trend (10d)
-78.8%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
10.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -54 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DMMX saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp214, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp242.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 214, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada pola-pola yang begitu ikonik sehingga menjadi bahasa universal bagi trader di seluruh dunia. Salah satunya adalah Double Bottom. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai dua lembah (bottom) dengan kedalaman yang kurang lebih sama, seperti dua cekungan kembar. Double Bottom adalah kebalikan dari Double Top. Pola ini merupakan salah satu pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Ia menandakan bahwa tren turun telah kehabisan tenaga dan harga akan berbalik arah menjadi tren naik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Double Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Double Bottom? Double Bottom adalah pola pembalikan bullish yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend)....

Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar

Dalam analisis teknikal saham, ada pola yang bentuknya begitu unik dan mudah diingat karena menyerupai benda sehari-hari. Pola itu adalah Cup and Handle – atau pola "Cangkir dan Gagang". Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh William O'Neil, pendiri Investor's Business Daily. Cup and Handle dianggap sebagai salah satu pola kelanjutan bullish (bullish continuation) yang paling andal dan paling menguntungkan. Pola ini menandakan periode akumulasi yang panjang, diikuti oleh konsolidasi singkat, sebelum harga melonjak ke level yang lebih tinggi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Cup and Handle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Cup and Handle? Cup and Handle adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terbentuk di akhir tren turun atau...

Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang sangat unik karena tidak berupa garis seperti moving average, melainkan berupa titik-titik (dots) yang muncul di sekitar harga. Indikator itu adalah Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse). Parabolic SAR dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan ADX. Indikator ini dirancang untuk membantu trader menentukan arah tren saat ini, level stop loss yang ideal, serta potensi titik balik (reversal) harga. Nama "Parabolic" berasal dari bentuk parabolik yang dihasilkan oleh titik-titik SAR ketika diplot pada chart, sementara "SAR" adalah singkatan dari Stop and Reverse – karena indikator ini memberi sinyal kapan harus menghentikan posisi (stop) dan membalik arah (reverse). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Parabolic SAR, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, interpretasi titik-titik...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  2. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  3. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  6. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  7. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  8. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  9. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  10. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar

TradingView Chart - DMMX