Update: Kamis, 30 April 2026

ESIP

PT. Sinergi Inti Plastindo Tbk.

Rp 174
+6.75%
Volume
14.661.794 lot
MA 5
140
MA 20
108
RSI
79.51
High
202
Low
147
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
7.73%
Support (10d)
87
Resistance (10d)
210
Volume Trend (10d)
+70.2%
Score
80
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
176.19 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (79.5) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 23.339 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ESIP saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 79.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp87, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 174 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 200 - 218 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 165 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga

Dalam dunia trading saham, kemampuan membaca candlestick adalah keahlian fundamental yang wajib dikuasai. Dari sekian banyak pola reversal, Hammer (Bullish) adalah salah satu formasi satu candlestick yang paling terkenal dan paling bisa diandalkan, terutama bagi trader yang suka memburu titik balik dari tren turun. Pola ini diberi nama "Hammer" (palu) karena bentuknya yang menyerupai alat palu—tubuh kecil di atas dan tangkai panjang di bawah. Dan seperti palu, pola ini bisa "memukul" tren turun hingga berbalik arah. Apa Itu Hammer (Bullish)? Secara visual, Hammer terbentuk dalam satu periode (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Sumbu bawah (lower shadow) panjang – minimal 2 kali panjang tubuh candlestick. Tubuh (real body) kecil – berada di bagian atas rentang harga. Sumbu atas (upper shadow) sangat pendek –...

TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah membedakan antara sinyal yang berarti (signal) dan kebisingan pasar (noise). Setiap hari, harga naik turun karena berbagai faktor — banyak di antaranya tidak relevan dengan tren jangka panjang. Di sinilah TRIX berperan. Dikembangkan oleh Jack Hutson pada awal 1980-an, TRIX (Triple Exponential Smoothing) adalah indikator momentum yang menghaluskan harga tiga kali menggunakan Exponential Moving Average (EMA). Hasilnya adalah garis yang sangat halus yang menghilangkan hampir semua noise harga, sehingga Anda dapat melihat momentum sebenarnya di balik pergerakan pasar. Bagi trader yang ingin fokus pada tren dan momentum jangka menengah hingga panjang, tanpa terganggu fluktuasi harian, TRIX adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik TRIX TRIX adalah indikator osilator yang menghitung persentase perubahan dari EMA yang telah dihaluskan...

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Artikel menarik lainnya:

  1. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  2. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  3. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  5. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  6. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  7. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  8. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  9. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  10. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren

TradingView Chart - ESIP