Update: Kamis, 30 April 2026

NINE

PT. Techno9 Indonesia Tbk.

Rp 146
+9.77%
Volume
601.023 lot
MA 5
129
MA 20
133
RSI
56.84
High
146
Low
135
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.45%
Support (10d)
115
Resistance (10d)
166
Volume Trend (10d)
+163.4%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
13.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.410 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NINE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp115, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp166.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 146 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 168 - 183 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 139 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menggambarkan pertarungan psikologis antara pembeli dan penjual. Salah satu pola yang secara visual paling jelas menggambarkan "pertarungan sengit" ini adalah Counterattack Line. Pola ini unik karena kedua lilin memiliki panjang yang hampir sama tetapi dengan arah yang berlawanan, dan yang terpenting: penutupan kedua lilin berada pada level yang sama. Ini seperti dua petinju saling mendaratkan pukulan keras dan berakhir dengan skor imbang di akhir ronde. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola Counterattack Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Counterattack Line? Counterattack Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern). Namanya diambil dari...

Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator digunakan untuk menentukan arah tren – apakah harga akan naik atau turun. Namun, ada satu indikator yang dirancang untuk menjawab pertanyaan yang berbeda: seberapa kuat tren tersebut? Indikator itu adalah ADX (Average Directional Index). ADX dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan Parabolic SAR. ADX tidak memberi tahu Anda apakah tren sedang naik atau turun – ia hanya memberi tahu Anda seberapa kuat tren tersebut, terlepas dari arahnya. Untuk mengetahui arah tren, ADX dilengkapi dengan dua garis pendamping: Plus DI (+DI) dan Minus DI (-DI). Ketiganya – ADX, +DI, dan -DI – membentuk sistem Directional Movement Indicator (DMI) yang sangat powerful untuk menganalisis tren. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ADX dan...

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  2. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  3. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  4. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  5. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  6. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  7. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  8. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  9. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  10. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

TradingView Chart - NINE