Update: Kamis, 30 April 2026

ICBP

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Rp 6.775
+0.74%
Volume
65.680 lot
MA 5
6.800
MA 20
7.160
RSI
21.43
High
6.775
Low
6.650
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
6.650
Resistance (10d)
7.300
Volume Trend (10d)
+50.9%
Score
35
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-10.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.4) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17.978 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ICBP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.650, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 6.318 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader akrab dengan pola segitiga (triangle) yang meruncing. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melakukan kebalikannya: melebar seiring waktu. Salah satu pola yang paling penting untuk dipahami, terutama bagi mereka yang ingin menghindari jebakan di puncak pasar, adalah Rising Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke atas). Pola ini adalah cerminan dari meningkatnya ketidakpastian dan perdebatan sengit di tengah tren naik, yang pada akhirnya berakhir dengan kehancuran bullish dan pembalikan bearish. Karakteristik Rising Broadening Wedge Rising Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kecenderungan sama-sama mengarah ke atas. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, dengan amplitudo ayunan yang semakin besar,...

Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

Dalam dunia trading saham, banyak trader terjebak dalam pola candlestick yang rumit, indikator yang berantakan, dan sinyal yang saling bertentangan. Padahal, seringkali pola yang paling sederhana justru paling efektif. Salah satunya adalah Hook Reversal. Hook Reversal adalah pola pembalikan arah yang sangat mudah dikenali, terjadi dalam rentang dua candlestick, dan dapat diaplikasikan di berbagai timeframe. Meskipun sederhana, pola ini mampu mendeteksi perubahan sentimen pasar secara cepat dan akurat. Jika Anda sering kehilangan momen pembalikan karena terlalu banyak informasi, Hook Reversal adalah jawabannya. Apa Itu Hook Reversal? Hook Reversal adalah pola dua candle yang menandakan potensi pembalikan tren jangka pendek. Pola ini ditemukan oleh Joe Ross, seorang trader legendaris yang dikenal dengan pendekatan trading berbasis price action. Nama "hook" (kait) diambil dari bentuk visualnya: candle...

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  2. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  3. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  4. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  5. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  6. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  7. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  8. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  9. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  10. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

TradingView Chart - ICBP