Update: Kamis, 30 April 2026

JSMR

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

Rp 2.960
-5.73%
Volume
84.530 lot
MA 5
3.138
MA 20
3.179
RSI
32.14
High
3.140
Low
2.950
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.16%
Support (10d)
2.950
Resistance (10d)
3.320
Volume Trend (10d)
-41.3%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.43 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.012 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JSMR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.950, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.320.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.803 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga

Dalam dunia analisa teknikal saham, ada beberapa pola candlestick yang namanya terdengar cukup mengerikan. Salah satunya adalah Gravestone Doji. Nama "batu nisan" bukanlah pilihan yang kebetulan—pola ini sering muncul tepat sebelum harga saham "meninggal" atau jatuh dengan tajam. Namun jangan takut. Sebagai trader yang cerdas, Anda justru perlu mengenali pola ini agar bisa keluar sebelum kejatuhan atau bahkan memanfaatkan momen untuk short selling. Artikel ini akan membedah tuntas Gravestone Doji: ciri, makna psikologis, cara validasi, dan strategi tradingnya. Apa Itu Gravestone Doji? Gravestone Doji adalah varian spesial dari pola Doji yang memiliki bentuk sangat khas: Badan lilin sangat pendek (harga buka = harga tutup, atau hampir sama) Sumbu atas (upper shadow) panjang (bisa sangat panjang) Tidak memiliki sumbu bawah (atau sumbu bawah sangat pendek, hampir tidak ada) Secara visual, Gravestone Doji...

Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

Setiap trader pasti pernah mengalami momen frustasi: harga menyentuh level tertinggi dalam sebulan, Anda yakin akan breakout, lalu tiba-tiba harga berbalik tajam dan menjebak Anda. Atau sebaliknya, harga mencapai level terendah, Anda panic sell, lalu esoknya melonjak naik. Apa yang luput dari perhatian Anda? Jawabannya adalah Market Delta. Market Delta bukan sekadar indikator biasa. Dia adalah jendela untuk melihat niat sebenarnya dari pelaku pasar di level-level kritis. Ketika harga mencapai level tinggi atau rendah yang signifikan, Market Delta bisa menunjukkan apakah level tersebut akan bertahan atau justru menjadi titik balik. Mengenal Kembali Konsep Dasar Market Delta Sebelum membahas pola reversal, mari kita pahami dulu inti dari Market Delta. Market Delta adalah representasi dari Volume Delta yang diakumulasi dalam periode waktu tertentu. Volume Delta sendiri...

Artikel menarik lainnya:

  1. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  2. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  3. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  4. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  5. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  6. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  7. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  8. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  10. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

TradingView Chart - JSMR