Update: Kamis, 30 April 2026

KAEF

PT. Kimia Farma Tbk.

Rp 478
-0.42%
Volume
7.009 lot
MA 5
485
MA 20
483
RSI
57.05
High
505
Low
472
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
460
Resistance (10d)
550
Volume Trend (10d)
+9.1%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -180 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KAEF saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp460, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp550.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 550 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 605, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 460 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader berfokus pada arah harga — naik atau turun. Namun, ada indikator yang berfokus pada sesuatu yang berbeda: lebar rentang harga (volatilitas) . Indikator itu adalah Mass Index. Dikembangkan oleh Donald Dorsey pada awal 1990-an, Mass Index dirancang untuk mengidentifikasi potensi pembalikan harga dengan mendeteksi perubahan pola volatilitas. Konsep dasarnya sederhana namun kuat: ketika volatilitas membengkak (melebar) dan kemudian menyusut (menyempit), seringkali harga akan berbalik arah di masa mendekati. Mass Index membantu trader mengukur "massa" atau berat dari pergerakan harga ini. Karakteristik Mass Index Mass Index adalah indikator osilator yang mengukur lebar (range) dari pergerakan harga, bukan arahnya. Indikator ini tidak peduli apakah harga sedang naik atau turun — yang penting adalah seberapa lebar rentang pergerakannya. Ciri-ciri spesifiknya adalah...

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengukur harga, momentum, atau volume. Namun, Bill Williams — psikolog, trader, dan penulis buku "Trading Chaos" — mengambil pendekatan yang berbeda. Ia menggunakan analogi alam untuk menjelaskan perilaku pasar. Salah satu kontribusinya yang paling unik adalah Alligator dan turunannya, Gator Oscillator. Gator Oscillator adalah indikator yang diturunkan dari Alligator. Jika Alligator menunjukkan kapan pasar sedang "tidur" (konsolidasi) atau "makan" (tren), maka Gator Oscillator mengukur "nafsu makan" alligator tersebut — seberapa besar mulutnya terbuka atau tertutup. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi siklus konsolidasi dan tren secara visual, Gator Oscillator adalah alat yang unik dan intuitif. Karakteristik Gator Oscillator Gator Oscillator adalah indikator osilator yang menggambarkan selisih antara garis-garis pada Alligator (Rahang, Gigi, dan Bibir). Hasilnya adalah histogram batang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  2. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  3. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  4. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  5. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  8. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  9. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  10. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal

TradingView Chart - KAEF