Update: Kamis, 30 April 2026

MAYA

PT. Bank Mayapada Internasional Tbk.

Rp 199
-1.49%
Volume
8.045 lot
MA 5
200
MA 20
199
RSI
53.45
High
202
Low
194
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.55%
Support (10d)
194
Resistance (10d)
212
Volume Trend (10d)
-31.0%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
2.05 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -883 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAYA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp194, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp212.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 194, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berfokus pada harga, volume, atau momentum. Namun, ada pendekatan lain yang tidak melihat data pasar sama sekali — melainkan melihat kalender. Pendekatan ini disebut Seasonal Pattern atau pola musiman, yang mempelajari kecenderungan pasar pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, bulan, atau bahkan hari. Pola musiman berakar pada keyakinan bahwa perilaku investor tidak sepenuhnya rasional. Faktor-faktor seperti liburan, bonus akhir tahun, hari besar keagamaan, dan perubahan musim dapat memengaruhi sentimen kolektif dan keputusan investasi. Bagi trader yang memahami pola ini, musim dapat memberikan "edge" statistik yang berharga. Karakteristik Seasonal Pattern Seasonal Pattern adalah studi tentang kinerja historis pasar pada periode-periode tertentu yang berulang setiap tahun. Pola ini dapat bersifat global, regional, atau bahkan spesifik untuk satu negara. Jenis-jenis Seasonal Pattern:...

Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, Jepang memiliki banyak istilah unik untuk menggambarkan pola harga. Ada "Doji" (bimbang), "Hammer" (palu), dan "Engulfing" (menelan). Namun ada satu pola yang namanya cukup mengerikan: Upside Gap Two Crows atau "Dua Gagak dengan Celah di Atas". Mengapa dinamakan gagak? Dalam budaya Jepang, gagak sering dikaitkan dengan pertanda buruk. Dan memang, pola ini adalah sinyal pembalikan bearish yang cukup kuat di akhir tren naik. Mari kita bedah pola langka namun mematikan ini. Apa Itu Upside Gap Two Crows? Upside Gap Two Crows adalah pola pembalikan bearish yang terdiri dari tiga candlestick dan muncul setelah uptrend. Namanya berasal dari bentuknya: dua candlestick hitam (gagak) yang "bertengger" di atas celah (gap) dari candlestick pertama. Pola ini termasuk dalam kategori pola multi candlestick...

The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, banyak pola reversal (pembalikan) yang terkenal seperti Double Top, Head and Shoulders, atau Triple Bottom. Namun, pola-pola tersebut seringkali membutuhkan waktu lama untuk terbentuk dan interpretasinya bisa subjektif. Joe Ross, seorang trader legendaris dan penulis buku "Trading The Ross Hook", mengembangkan pola yang jauh lebih sederhana: The 1-2-3 Pattern. Dinamakan demikian karena hanya terdiri dari tiga titik pada grafik harga, pola ini dirancang untuk mengidentifikasi momen di mana tren sedang berakhir dan akan berbalik arah. Kesederhanaannya membuat pola ini sangat populer di kalangan trader yang menginginkan sinyal reversal yang jelas dan mudah diimplementasikan. Karakteristik The 1-2-3 Pattern The 1-2-3 Pattern adalah pola reversal yang terbentuk dari tiga swing point (titik ayunan) pada grafik harga. Pola ini dapat muncul di akhir uptrend...

Artikel menarik lainnya:

  1. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  2. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  3. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  4. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  5. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  6. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  7. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  8. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  9. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  10. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

TradingView Chart - MAYA