Update: Kamis, 30 April 2026

MIDI

PT. Midi Utama Indonesia Tbk.

Rp 344
0.00%
Volume
264.539 lot
MA 5
336
MA 20
325
RSI
67.65
High
348
Low
340
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.04%
Support (10d)
314
Resistance (10d)
348
Volume Trend (10d)
+100.9%
Score
100
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
27.41 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (67.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 139.814 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIDI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 67.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp314, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp348.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 344 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 396 - 430 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 327 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross tidak hanya dikenal dengan pola reversal seperti 1-2-3 Pattern dan 2B Pattern. Ia juga mengembangkan pola untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung—bukan untuk membalikkannya. Pola tersebut adalah The 1-2-3-4 Pattern. Berbeda dengan pola reversal yang bertujuan menangkap akhir tren, The 1-2-3-4 Pattern adalah pola continuation (lanjutan tren) dan breakout. Pola ini membantu trader mengidentifikasi momen di mana harga keluar dari konsolidasi (breakout) atau melanjutkan tren setelah pullback yang sehat. Bagi trader yang ingin "menunggangi" tren (riding the trend) daripada berusaha menebak puncak atau dasar, The 1-2-3-4 Pattern adalah alat yang sangat berguna. Karakteristik The 1-2-3-4 Pattern The 1-2-3-4 Pattern adalah pola yang terdiri dari empat titik pada grafik harga yang membentuk serangkaian higher highs dan higher lows (dalam uptrend)...

Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga

Di antara puluhan alat analisis teknikal, ada satu yang bentuknya paling unik dan mudah dikenali: Andrews' Pitchfork. Alat ini menyerupai garpu tala raksasa dengan tiga garis paralel yang membentang ke masa depan, seolah-olah "menangkap" pergerakan harga di antara gigi-giginya. Dikembangkan oleh Alan H. Andrews, seorang insinyur dan trader asal Massachusetts, Pitchfork didasarkan pada ide yang brilian namun sederhana: harga cenderung bergerak dalam saluran paralel setelah membentuk tiga titik pivot yang signifikan. Andrews percaya bahwa pasar bergerak dalam gelombang yang terukur, dan Pitchfork adalah alat untuk mengukur gelombang tersebut. Apa Itu Andrews' Pitchfork? Andrews' Pitchfork adalah alat analisis teknikal yang menggambar tiga garis paralel berdasarkan tiga titik pivot signifikan: satu titik tengah (median line) dan dua garis luar (upper dan lower parallel) yang simetris di...

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  2. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  3. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  4. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  8. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  10. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

TradingView Chart - MIDI