Update: Kamis, 30 April 2026

MLIA

PT. Mulia Industrindo Tbk

Rp 262
-0.76%
Volume
137 lot
MA 5
266
MA 20
279
RSI
15.79
High
264
Low
262
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.84%
Support (10d)
262
Resistance (10d)
282
Volume Trend (10d)
-3.1%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-10.88 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (15.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 102 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp262, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp282.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 282 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 310, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 262 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah cerminan dari antusiasme dan partisipasi pelaku pasar. Ketika tren sedang berlangsung kuat, volume cenderung tinggi atau setidaknya konsisten. Namun, ada kondisi di mana volume mulai mengecil secara bertahap di akhir sebuah tren—baik tren naik maupun tren turun. Kondisi ini dikenal sebagai Ending Volume atau Volume Contraction. Ending volume adalah sinyal bahwa tren sedang kehilangan "bahan bakar". Semakin sedikit partisipasi, semakin lemah momentum. Ketika volume terus menurun sementara harga masih bergerak dalam satu arah, itu adalah peringatan bahwa tren tidak lagi didukung oleh keyakinan yang kuat—dan koreksi atau pembalikan mungkin sudah dekat. Karakteristik Ending Volume Ending volume adalah pola di mana volume perdagangan menurun secara bertahap dalam beberapa periode terakhir dari sebuah tren, sementara harga masih bergerak dalam arah yang...

The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support

Dalam analisis teknikal, terutama dalam metodologi Wyckoff, terdapat sebuah pola yang sangat kuat untuk mengidentifikasi bahwa suatu level support benar-benar kuat dan akan bertahan. Pola ini disebut The Spring Pattern (atau hanya "Spring"). Spring adalah pergerakan harga yang turun sejenak di bawah level support yang tampak jelas—menciptakan kepanikan di antara trader yang berpikir bahwa support telah ditembus—hanya untuk segera berbalik arah dan naik tajam kembali di atas level support tersebut. Nama "Spring" diambil dari analogi pegas yang ditekan ke bawah lalu melompat ke atas dengan kekuatan lebih besar. Bagi trader yang memahami pola ini, Spring adalah kesempatan emas untuk membeli di area support yang sudah teruji, seringkali dengan stop loss yang sangat dekat. Karakteristik The Spring Pattern The Spring Pattern adalah pola reversal bullish...

Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang sangat unik karena tidak berupa garis seperti moving average, melainkan berupa titik-titik (dots) yang muncul di sekitar harga. Indikator itu adalah Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse). Parabolic SAR dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan ADX. Indikator ini dirancang untuk membantu trader menentukan arah tren saat ini, level stop loss yang ideal, serta potensi titik balik (reversal) harga. Nama "Parabolic" berasal dari bentuk parabolik yang dihasilkan oleh titik-titik SAR ketika diplot pada chart, sementara "SAR" adalah singkatan dari Stop and Reverse – karena indikator ini memberi sinyal kapan harus menghentikan posisi (stop) dan membalik arah (reverse). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Parabolic SAR, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, interpretasi titik-titik...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  2. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  3. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  4. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  5. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  6. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  7. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  8. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  9. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  10. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi

TradingView Chart - MLIA