Update: Kamis, 30 April 2026

NSSS

PT. Nusantara Sawit Sejahtera Tbk.

Rp 810
-5.26%
Volume
182.117 lot
MA 5
871
MA 20
843
RSI
59.09
High
865
Low
770
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.29%
Support (10d)
770
Resistance (10d)
1.060
Volume Trend (10d)
-22.5%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-13.83 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -14.719 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NSSS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp770, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.060.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.060 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.166, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 770 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola tiga candlestick berfokus pada pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola yang justru menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut—bukan berbalik. Pola itu adalah Rising Three Methods (Tiga Metode Naik). Pola ini mungkin terlihat membingungkan pada pandangan pertama—mengapa setelah naik tiba-tiba turun? Namun, justru "turun" sementara inilah yang menjadi kunci kekuatan pola ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Rising Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Rising Three Methods? Rising Three Methods adalah pola continuation bullish (kelanjutan tren naik) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick karena pola dasarnya adalah "tiga metode" dengan beberapa variasi. Pola...

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  5. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  6. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  7. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  8. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  9. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  10. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

TradingView Chart - NSSS