Update: Kamis, 30 April 2026

PANS

PT. Panin Sekuritas Tbk.

Rp 1.745
-1.69%
Volume
2.776 lot
MA 5
1.763
MA 20
1.734
RSI
60.61
High
1.770
Low
1.735
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.55%
Support (10d)
1.710
Resistance (10d)
1.805
Volume Trend (10d)
+79.0%
Score
65
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
3.25 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -129 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PANS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.710, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.805.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.780 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.920 - 2.007 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.623 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

Dalam analisis teknikal candlestick, Steve Nison adalah tokoh yang memperkenalkan seni membaca candlestick Jepang ke dunia Barat. Salah satu kontribusinya yang paling penting adalah klasifikasi tentang gap (celah harga). Selain tiga jenis gap utama yang dikenal secara luas—Breakaway Gap, Runaway Gap, dan Exhaustion Gap—Nison juga mengidentifikasi beberapa pola gap tambahan yang memiliki karakteristik dan implikasi tersendiri. Artikel ini akan membahas tiga jenis gap tambahan dari perspektif Steve Nison: Side-by-Side Gap, Up Gap Tasuki, dan Down Gap Tasuki. Ketiga pola ini sering luput dari perhatian trader pemula, padahal dapat menjadi sinyal yang sangat berguna untuk mengonfirmasi tren atau mengidentifikasi potensi pembalikan. Mengapa Gap Itu Penting? Sebelum membahas ketiga pola tambahan, mari kita pahami mengapa gap begitu penting dalam analisis candlestick. Gap terjadi ketika harga pembukaan...

Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola tiga candlestick berfokus pada pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola yang justru menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut—bukan berbalik. Pola itu adalah Rising Three Methods (Tiga Metode Naik). Pola ini mungkin terlihat membingungkan pada pandangan pertama—mengapa setelah naik tiba-tiba turun? Namun, justru "turun" sementara inilah yang menjadi kunci kekuatan pola ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Rising Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Rising Three Methods? Rising Three Methods adalah pola continuation bullish (kelanjutan tren naik) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick karena pola dasarnya adalah "tiga metode" dengan beberapa variasi. Pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  2. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  3. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  4. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  5. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  6. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  7. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  8. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  9. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  10. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

TradingView Chart - PANS