Update: Kamis, 30 April 2026

PBID

PT. Panca Budi Idaman Tbk.

Rp 525
-1.87%
Volume
16.493 lot
MA 5
519
MA 20
518
RSI
57.14
High
540
Low
515
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
555
Volume Trend (10d)
+43.7%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
5.42 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -148 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBID saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp555.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 525 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 604 - 656 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 499 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menggambarkan pertarungan psikologis antara pembeli dan penjual. Salah satu pola yang secara visual paling jelas menggambarkan "pertarungan sengit" ini adalah Counterattack Line. Pola ini unik karena kedua lilin memiliki panjang yang hampir sama tetapi dengan arah yang berlawanan, dan yang terpenting: penutupan kedua lilin berada pada level yang sama. Ini seperti dua petinju saling mendaratkan pukulan keras dan berakhir dengan skor imbang di akhir ronde. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola Counterattack Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Counterattack Line? Counterattack Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern). Namanya diambil dari...

Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

Setiap trader pasti pernah mengalami momen frustasi: harga menyentuh level tertinggi dalam sebulan, Anda yakin akan breakout, lalu tiba-tiba harga berbalik tajam dan menjebak Anda. Atau sebaliknya, harga mencapai level terendah, Anda panic sell, lalu esoknya melonjak naik. Apa yang luput dari perhatian Anda? Jawabannya adalah Market Delta. Market Delta bukan sekadar indikator biasa. Dia adalah jendela untuk melihat niat sebenarnya dari pelaku pasar di level-level kritis. Ketika harga mencapai level tinggi atau rendah yang signifikan, Market Delta bisa menunjukkan apakah level tersebut akan bertahan atau justru menjadi titik balik. Mengenal Kembali Konsep Dasar Market Delta Sebelum membahas pola reversal, mari kita pahami dulu inti dari Market Delta. Market Delta adalah representasi dari Volume Delta yang diakumulasi dalam periode waktu tertentu. Volume Delta sendiri...

Artikel menarik lainnya:

  1. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  6. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  7. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  8. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  9. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  10. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

TradingView Chart - PBID