Update: Kamis, 30 April 2026

PBSA

PT. Paramita Bangun Sarana Tbk.

Rp 1.150
-2.13%
Volume
12.292 lot
MA 5
1.183
MA 20
1.177
RSI
45.68
High
1.175
Low
1.105
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.97%
Support (10d)
1.105
Resistance (10d)
1.245
Volume Trend (10d)
+11.8%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-6.88 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.939 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBSA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.105, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.245.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.105, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

Di lautan pasar saham yang bergerak dinamis, terkadang terjadi fenomena aneh: harga seperti "terdampar" di sebuah pulau terpencil, terputus dari pergerakan sebelumnya dan sesudahnya. Dalam analisis teknikal, fenomena ini dikenal sebagai Island Gap atau Island Reversal. Island gap adalah salah satu pola reversal paling langka dan paling dramatis. Ia tidak muncul setiap hari, bahkan bisa tidak terlihat berbulan-bulan. Namun, ketika pola ini muncul, dampaknya seringkali luar biasa. Ia menandakan perubahan sentimen yang begitu drastis sehingga pasar "melompat" ke level baru, lalu setelah beberapa saat "melompat" lagi meninggalkan area tersebut—seolah-olah area itu adalah pulau terpencil yang tidak pernah akan disinggahi lagi. Trader yang bisa mengenali island gap memiliki kesempatan untuk menangkap pembalikan besar dengan probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi. Apa Itu Island Gap? Island gap...

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart

Sebagian besar trader saham hanya melihat candlestick biasa: sebuah batang dengan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan. Namun, di era pasar modern, para pelaku profesional menggunakan alat yang jauh lebih detail. Alat itu bernama Footprint Chart. Footprint memungkinkan Anda melihat apa yang terjadi di dalam sebuah candlestick. Anda bisa melihat secara persis berapa banyak volume yang terjadi di setiap level harga, serta apakah transaksi tersebut didorong oleh pembeli agresif (ask) atau penjual agresif (bid). Dengan footprint, Anda tidak lagi bertanya, "Apakah candle ini hijau atau merah?". Anda akan bertanya, "Siapa yang sebenarnya mengendalikan setiap level harga di candle ini?". Apa Itu Footprint Chart? Footprint adalah representasi data order flow yang menampilkan volume transaksi untuk setiap harga dalam satu periode (misalnya satu candlestick 5 menit)....

Artikel menarik lainnya:

  1. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  2. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  3. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  5. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  6. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  7. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  8. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  9. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  10. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

TradingView Chart - PBSA