Update: Kamis, 30 April 2026

PICO

PT. Pelangi Indah Canindo Tbk

Rp 161
+1.26%
Volume
1.450 lot
MA 5
160
MA 20
155
RSI
69.81
High
161
Low
155
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.70%
Support (10d)
150
Resistance (10d)
168
Volume Trend (10d)
-69.2%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
15.83 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (69.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PICO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 69.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp168.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 164 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 177 - 185 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 150 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, ada satu yang pendekatannya paling unik dan berbeda dari yang lain. Alat ini tidak menggunakan moving average, tidak menggunakan rumus statistik kompleks, dan tidak menggunakan rasio Fibonacci seperti kebanyakan indikator lainnya. Alat itu adalah Murray Math Lines (MML). Dikembangkan oleh seorang trader legendaris bernama T.H. Murray, yang kemudian dipopulerkan dan disempurnakan oleh Tim Murray (kecil kemungkinan ada hubungan keluarga, meskipun namanya mirip), MML didasarkan pada konsep yang brilian namun sederhana: harga bergerak dalam oktaf. Ya, seperti oktaf dalam musik. Murray percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang terbagi menjadi 8 bagian sama besar, dan level-level ini berulang pada skala yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah sistem support dan resistance yang sangat terstruktur. Apa Itu Murray Math Lines? Murray...

Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory memiliki berbagai bentuk gelombang. Setelah mempelajari Impulse Wave (5 gelombang) dan Corrective Wave (3 gelombang), kini saatnya mengenal pola yang unik dan sering menjadi kunci pembalikan tren: Diagonal Triangle (Segitiga Diagonal). Diagonal Triangle adalah pola gelombang yang berbentuk seperti segitiga, tetapi memiliki struktur internal yang berbeda dari triangle biasa. Pola ini sangat penting dikenali karena sering menandai akhir dari sebuah tren (ending diagonal) atau awal dari tren baru (leading diagonal). Tidak seperti impulse wave biasa yang mengikuti aturan "wave 4 tidak boleh tumpang tindih dengan wave 1", diagonal triangle justru melanggar aturan ini. Inilah yang membuatnya istimewa dan mudah dikenali. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Diagonal Triangle (baik Ending maupun Leading), mulai dari karakteristik, struktur...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  3. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  4. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  5. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  6. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  7. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  8. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  9. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - PICO