Update: Kamis, 30 April 2026

PPRE

PT. PP Presisi Tbk.

Rp 134
-4.96%
Volume
3.359.899 lot
MA 5
135
MA 20
124
RSI
61.01
High
152
Low
128
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
7.22%
Support (10d)
117
Resistance (10d)
175
Volume Trend (10d)
+2.4%
Score
80
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-23.43 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 27.458 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp117, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 134 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 154 - 168 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 127 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil

Dalam analisis teknikal, salah satu pengalaman paling membuat frustrasi bagi trader adalah ketika harga tampaknya akan breakout—menembus level resistance atau support penting—hanya untuk segera berbalik arah dan menjebak mereka yang masuk di "breakout" tersebut. Fenomena ini dikenal dengan berbagai istilah: false breakout, fakeout, atau The False Bar. The False Bar adalah pola candlestick spesifik yang mengindikasikan bahwa breakout yang terjadi kemungkinan besar palsu dan harga akan kembali ke dalam rentang konsolidasi atau bahkan berbalik arah. Pola ini sangat berguna bagi trader yang ingin menghindari jebakan breakout dan justru memanfaatkannya untuk entry di arah yang berlawanan. Karakteristik The False Bar The False Bar adalah sebuah candlestick yang tampak seperti akan melakukan breakout (menembus level resistance atau support), tetapi gagal bertahan dan ditutup kembali di dalam...

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga

Dalam dunia trading saham, kemampuan membaca candlestick adalah keahlian fundamental yang wajib dikuasai. Dari sekian banyak pola reversal, Hammer (Bullish) adalah salah satu formasi satu candlestick yang paling terkenal dan paling bisa diandalkan, terutama bagi trader yang suka memburu titik balik dari tren turun. Pola ini diberi nama "Hammer" (palu) karena bentuknya yang menyerupai alat palu—tubuh kecil di atas dan tangkai panjang di bawah. Dan seperti palu, pola ini bisa "memukul" tren turun hingga berbalik arah. Apa Itu Hammer (Bullish)? Secara visual, Hammer terbentuk dalam satu periode (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Sumbu bawah (lower shadow) panjang – minimal 2 kali panjang tubuh candlestick. Tubuh (real body) kecil – berada di bagian atas rentang harga. Sumbu atas (upper shadow) sangat pendek –...

Artikel menarik lainnya:

  1. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  2. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  3. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  4. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  5. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  6. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  7. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  8. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  9. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  10. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

TradingView Chart - PPRE