Update: Kamis, 30 April 2026

PWON

PT. Pakuwon Jati Tbk.

Rp 316
-3.66%
Volume
907.438 lot
MA 5
328
MA 20
342
RSI
20.69
High
330
Low
314
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.14%
Support (10d)
314
Resistance (10d)
354
Volume Trend (10d)
+47.7%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.7) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -312.108 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PWON saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp314, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp354.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 314, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

Di lautan pasar saham yang bergerak dinamis, terkadang terjadi fenomena aneh: harga seperti "terdampar" di sebuah pulau terpencil, terputus dari pergerakan sebelumnya dan sesudahnya. Dalam analisis teknikal, fenomena ini dikenal sebagai Island Gap atau Island Reversal. Island gap adalah salah satu pola reversal paling langka dan paling dramatis. Ia tidak muncul setiap hari, bahkan bisa tidak terlihat berbulan-bulan. Namun, ketika pola ini muncul, dampaknya seringkali luar biasa. Ia menandakan perubahan sentimen yang begitu drastis sehingga pasar "melompat" ke level baru, lalu setelah beberapa saat "melompat" lagi meninggalkan area tersebut—seolah-olah area itu adalah pulau terpencil yang tidak pernah akan disinggahi lagi. Trader yang bisa mengenali island gap memiliki kesempatan untuk menangkap pembalikan besar dengan probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi. Apa Itu Island Gap? Island gap...

Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

Sebagian besar trader mengenal volume sebagai batang vertikal di bagian bawah chart yang menunjukkan berapa banyak saham diperdagangkan dalam satu hari. Namun, ada cara yang jauh lebih canggih dan mendalam untuk memahami volume, yaitu Volume Profile. Berbeda dengan volume biasa yang hanya memberi tahu total volume harian, Volume Profile menyebarkan volume ke setiap level harga. Hasilnya adalah semacam peta panas (heatmap) yang menunjukkan di level harga mana most trading activity terjadi. Dengan Volume Profile, Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis seperti: Di mana para pelaku pasar paling agresif membeli? Di level mana mereka paling banyak menjual? Level harga mana yang menjadi magnet bagi volume? Dan level mana yang menjadi zona sepi? Apa Itu Volume Profile? Volume Profile adalah indikator teknikal yang menampilkan volume perdagangan pada...

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  2. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  3. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  4. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  7. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  8. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  9. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  10. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

TradingView Chart - PWON