Update: Kamis, 30 April 2026

SBMA

PT. Surya Biru Murni Acetylene Tbk.

Rp 118
-0.84%
Volume
7.341 lot
MA 5
118
MA 20
121
RSI
43.75
High
120
Low
116
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.37%
Support (10d)
114
Resistance (10d)
128
Volume Trend (10d)
+55.2%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-0.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.8)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SBMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp114, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp128.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 108 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengukur harga, momentum, atau volume. Namun, Bill Williams — psikolog, trader, dan penulis buku "Trading Chaos" — mengambil pendekatan yang berbeda. Ia menggunakan analogi alam untuk menjelaskan perilaku pasar. Salah satu kontribusinya yang paling unik adalah Alligator dan turunannya, Gator Oscillator. Gator Oscillator adalah indikator yang diturunkan dari Alligator. Jika Alligator menunjukkan kapan pasar sedang "tidur" (konsolidasi) atau "makan" (tren), maka Gator Oscillator mengukur "nafsu makan" alligator tersebut — seberapa besar mulutnya terbuka atau tertutup. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi siklus konsolidasi dan tren secara visual, Gator Oscillator adalah alat yang unik dan intuitif. Karakteristik Gator Oscillator Gator Oscillator adalah indikator osilator yang menggambarkan selisih antara garis-garis pada Alligator (Rahang, Gigi, dan Bibir). Hasilnya adalah histogram batang...

Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

Dalam analisis teknikal, nama W.D. Gann identik dengan pendekatan matematis dan geometris terhadap pasar. Di antara berbagai alat yang dikembangkannya, Gann Square of 144 menempati posisi istimewa. Gann sendiri menyebutnya sebagai "The Great Square" karena dianggap lebih unggul dibandingkan square lainnya, baik untuk analisis harga maupun waktu. Mengapa angka 144? Karena 144 adalah 12 kuadrat (12²), dan angka 12 memiliki signifikansi khusus: 12 bulan dalam setahun, 12 tanda zodiak, serta berbagai siklus alam lainnya. Gann percaya bahwa Square of 144 "mengandung semua square dari 1 hingga 144", menjadikannya alat yang komprehensif untuk memahami pergerakan pasar. Karakteristik Gann Square of 144 Gann Square of 144 adalah sebuah kotak (box) berukuran 144 unit dalam skala harga dan 144 unit dalam skala waktu. Dengan kata lain, sisi...

Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan

Dalam dunia analisis teknikal saham, ada satu pola yang diakui oleh hampir semua trader sebagai pola pembalikan paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Pola itu adalah Head and Shoulders (H&S) atau pola "Kepala dan Bahu". Dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai siluet manusia dengan dua bahu (kiri dan kanan) dan sebuah kepala di tengah. Pola ini adalah representasi visual dari pertarungan epik antara pembeli dan penjual, yang akhirnya berakhir dengan perubahan arah tren yang signifikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap pola Head and Shoulders dalam kedua bentuknya (klasik dan inverted), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Head and Shoulders? Head and Shoulders adalah pola pembalikan (reversal pattern) yang menandakan berakhirnya sebuah tren dan dimulainya tren baru...

Artikel menarik lainnya:

  1. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  2. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  3. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  6. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  7. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  8. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  9. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  10. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik

TradingView Chart - SBMA