Update: Kamis, 30 April 2026

GMFI

PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.

Rp 63
-4.55%
Volume
460.943 lot
MA 5
64
MA 20
64
RSI
55.17
High
66
Low
61
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.92%
Support (10d)
61
Resistance (10d)
70
Volume Trend (10d)
-46.6%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
8.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 58.267 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GMFI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp61, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp70.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 61, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rounding Top sebagai pola pembalikan bearish yang berbentuk kubah, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Rounding Bottom, yang juga dikenal sebagai Saucer (piring) atau Bow (mangkuk). Rounding Bottom adalah kebalikan dari Rounding Top. Jika Rounding Top berbentuk kubah terbalik (seperti huruf "n"), maka Rounding Bottom berbentuk mangkuk atau piring (seperti huruf "u"). Pola ini menggambarkan perubahan psikologi pasar secara gradual, dari kepanikan menjadi apatis, lalu menjadi optimisme yang perlahan-lahan membangun. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rounding Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Rounding Bottom? Rounding Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini berbentuk...

Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk membaca pergerakan harga. Kebanyakan trader akrab dengan pola Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola yang lebih langka namun memiliki akurasi sinyal yang tinggi, salah satunya adalah Unique Three River. Apa Itu Unique Three River? Unique Three River adalah pola multi candlestick yang terdiri dari tiga batang lilin (candlestick) dan umumnya muncul di akhir tren turun (downtrend). Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bullish (bullish reversal pattern). Namanya terinspirasi dari formasi yang menyerupai aliran sungai yang berkelok, di mana harga seolah-olah “berhenti” lalu berbalik arah. Meskipun mirip dengan pola Morning Star atau Three Inside Up, Unique Three River memiliki karakteristik unik pada candlestick keduanya yang membedakannya dari pola lainnya....

Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

Dalam analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader lebih fokus mencari sinyal pembalikan (reversal). Mereka ingin tahu kapan harga akan berbalik arah. Namun, ada kalanya justru sinyal kelanjutan (continuation) yang lebih berharga, karena memungkinkan trader ikut mengendarai tren yang sudah berjalan. Salah satu pola kelanjutan bearish yang paling menarik namun jarang dibahas adalah Downside Gap Three Methods. Pola multi candlestick ini adalah "saudara" dari Upside Gap Two Crows, tapi dengan cerita yang berbeda. Mari kita bedah. Apa Itu Downside Gap Three Methods? Downside Gap Three Methods adalah pola kelanjutan bearish (bearish continuation) yang terdiri dari empat candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Namanya cukup deskriptif: Downside: mengarah ke bawah (bearish) Gap: ada celah harga Three Methods: tiga metode/candlestick tambahan setelah gap Pola ini menceritakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  2. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  3. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  4. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  6. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  7. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  9. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  10. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren

TradingView Chart - GMFI