Update: Kamis, 30 April 2026

SIDO

PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Rp 500
-2.91%
Volume
143.540 lot
MA 5
501
MA 20
510
RSI
37.18
High
520
Low
498
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.84%
Support (10d)
494
Resistance (10d)
520
Volume Trend (10d)
+30.6%
Score
15
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-1.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -26.231 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SIDO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp494, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 469 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, pola gap (celah) seringkali menjadi area yang penuh makna. Ketika sebuah gap muncul, ia menceritakan sebuah cerita tentang sentimen pasar yang kuat. Namun, bagaimana jika gap tersebut "dijembatani" oleh candlestick berikutnya? Pola itulah yang dikenal sebagai Tasuki Gap. Nama "Tasuki" berasal dari bahasa Jepang yang berarti "tali pengikat" atau "pita penghubung". Sesuai namanya, pola ini menggambarkan bagaimana sebuah candlestick "menjembatani" gap yang terbentuk sebelumnya, menegaskan bahwa tren akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Tasuki Gap (Up dan Down), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Tasuki Gap? Tasuki Gap adalah pola tiga candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini terbentuk ketika sebuah gap (celah) muncul di antara...

Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader familiar dengan pola seperti Engulfing, Morning Star, atau Three White Soldiers. Namun, ada satu pola continuation yang sangat kuat namun jarang dibahas—Mat Hold (Tahanan Matras). Pola ini mungkin terlihat mirip dengan Rising/Falling Three Methods pada pandangan pertama, namun memiliki perbedaan krusial yang membuatnya lebih kuat sebagai sinyal kelanjutan tren. Nama "Mat Hold" berasal dari bentuknya yang seperti "matras"—harga seolah-olah ditahan di atas matras sebelum melanjutkan pergerakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Mat Hold (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, perbedaannya dengan pola serupa, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Mat Hold? Mat Hold adalah pola lima candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini dapat bersifat bullish (dalam uptrend)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  2. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  3. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  4. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  7. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  8. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan

TradingView Chart - SIDO