Update: Kamis, 30 April 2026

SMMT

PT. Golden Eagle Energy Tbk.

Rp 2.280
-11.63%
Volume
11.102 lot
MA 5
2.486
MA 20
1.871
RSI
71.73
High
2.670
Low
2.270
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.28%
Support (10d)
1.690
Resistance (10d)
3.230
Volume Trend (10d)
+167.6%
Score
25
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
85.37 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (71.7) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.275 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMMT saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.690, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.606 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada harga dan volume. Mereka bertanya: "Di mana support dan resistance?" atau "Seberapa besar volume hari ini?" Namun, ada pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: Kapan? Kapan harga cenderung naik? Kapan cenderung turun? Apakah ada pola waktu yang berulang? Inilah ranah Time Cycles (Siklus Waktu). Time Cycles adalah studi tentang pola-pola periodik dalam pergerakan harga yang terkait dengan waktu. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku manusia (termasuk trading) bersifat siklus dan berulang. Apa Itu Time Cycles? Time Cycles adalah metode analisis teknikal yang mempelajari pola-pola berulang dalam pergerakan harga berdasarkan interval waktu tertentu. Alih-alih bertanya "di mana harga akan pergi?", Time Cycles bertanya "kapan harga cenderung bergerak?" Filosofi dasar Time Cycles: Perilaku pasar tidak acak, tetapi mengikuti...

Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick memerlukan konfigurasi yang rumit. Ada pola yang sangat sederhana namun memiliki implikasi kuat terhadap arah pasar, yaitu Belt Hold. Pola ini hanya terdiri dari satu candlestick dengan karakteristik unik: harga pembukaan berada tepat di harga tertinggi (untuk versi bearish) atau tepat di harga terendah (untuk versi bullish), diikuti oleh pergerakan searah yang panjang tanpa bayangan di sisi pembukaan. Belt Hold adalah pola pembalikan yang sinyalnya cukup kuat, terutama ketika muncul di akhir tren yang sudah berlangsung lama. Karakteristik Pola Belt Hold Belt Hold memiliki dua versi: Bullish Belt Hold dan Bearish Belt Hold. Meskipun arahnya berlawanan, keduanya memiliki ciri dasar yang sama. 1. Bullish Belt Hold (Pembukaan di Harga Terendah) Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Candlestick berwarna...

Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai indikator yang kadang memberikan sinyal berbeda. Sebuah saham mungkin menunjukkan RSI overbought, tetapi MACD masih bullish, dan moving average masih naik. Mana yang harus Anda percaya? Chande Trend Meter (CTM) , yang dikembangkan oleh Tushar Chande (tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator dan Qstick), adalah solusi untuk masalah ini. CTM menggabungkan beberapa indikator teknikal dalam berbagai time frame menjadi satu skor tunggal antara 0 hingga 100. Hasilnya adalah ukuran yang mudah dipahami tentang seberapa kuat tren suatu saham — tanpa harus menafsirkan puluhan indikator secara terpisah. Bagi trader yang ingin menyederhanakan proses analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, Chande Trend Meter adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Chande Trend Meter Chande Trend Meter adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  2. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  3. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  4. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  5. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  6. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  7. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  8. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  9. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  10. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

TradingView Chart - SMMT