Update: Kamis, 30 April 2026

SRTG

PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Rp 1.795
-2.45%
Volume
153.371 lot
MA 5
1.807
MA 20
1.772
RSI
62.71
High
1.845
Low
1.720
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.57%
Support (10d)
1.720
Resistance (10d)
1.885
Volume Trend (10d)
+34.9%
Score
90
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
14.70 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.555 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRTG saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.720, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.885.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.795 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.064 - 2.244 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.705 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar trader hanya mengenal dua dimensi: harga (sumbu vertikal) dan waktu (sumbu horizontal). Candlestick, bar chart, line chart – semuanya bekerja dalam kerangka dua dimensi ini. Namun, ada sebuah metode analisis yang dikembangkan oleh J. Peter Steidlmayer di Chicago Board of Trade (CBOT) pada tahun 1980-an yang menambahkan dimensi ketiga: distribusi waktu di setiap level harga. Metode itu disebut Market Profile. Market Profile adalah representasi grafis dari aktivitas harga dan waktu yang menunjukkan di mana harga menghabiskan paling banyak waktu, di mana volume tertinggi berada, dan bagaimana struktur pasar terbentuk sepanjang sesi perdagangan. Apa Itu Market Profile? Market Profile adalah alat analisis yang mengorganisir data harga dan waktu ke dalam distribusi statistik. Ia tidak seperti chart biasa. Alih-alih menunjukkan...

Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada pola-pola klasik seperti head and shoulders, double top, atau triangle. Namun, ada satu pola yang jarang dibahas namun cukup sering muncul di grafik saham, terutama yang bergerak dalam rentang terbatas: Chevron Pattern. Pola ini dinamai berdasarkan bentuknya yang menyerupai tanda chevron — serangkaian huruf V terbalik yang berulang. Bagi trader yang memahami pola ini, Chevron dapat menjadi alat yang andal untuk membaca pergerakan saham yang sedang konsolidasi atau bergerak dalam channel yang jelas. Karakteristik Chevron Pattern Chevron Pattern adalah pola grafik yang terdiri dari serangkaian pergerakan harga berbentuk V terbalik (atau V biasa) yang berulang secara konsisten. Pola ini mencerminkan ritme pasar yang teratur — naik lalu turun, naik lalu turun, dengan amplitudo yang relatif...

Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal

Di antara sekian banyak pola dalam analisis teknikal, ada beberapa yang tidak berasal dari candlestick Jepang, melainkan dari pengamatan perilaku harga modern. Salah satunya adalah Bump and Run Reversal (BARR). Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh analis teknikal Thomas Bulkowski dan berbeda dari kebanyakan pola karena berfokus pada kemiringan tren serta perubahan sudut pergerakan harga. BARR adalah pola pembalikan (reversal) yang bisa terjadi di puncak uptrend (bearish reversal) maupun di dasar downtrend (bullish reversal). Artikel ini akan fokus pada versi reversal-nya, bukan versi continuation. Karakteristik Pola Bump and Run Reversal BARR adalah pola yang terbentuk dari serangkaian pergerakan harga dengan tiga fase utama. Nama "Bump and Run" menggambarkan proses di mana harga "menabrak" (bump) keluar dari tren yang mapan, kemudian "berlari" (run) kembali ke...

Artikel menarik lainnya:

  1. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  2. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  3. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  4. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  5. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  6. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  7. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  8. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  9. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

TradingView Chart - SRTG