Update: Kamis, 30 April 2026

NAIK

PT. Adiwarna Anugerah Abadi Tbk.

Rp 100
-3.85%
Volume
329.779 lot
MA 5
104
MA 20
101
RSI
51.16
High
106
Low
99
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.10%
Support (10d)
99
Resistance (10d)
130
Volume Trend (10d)
+1,226.3%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
7.53 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.208 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NAIK saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp99, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 130 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 143, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 99 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola harmonic seperti Gartley, Bat, Butterfly, dan Crab, kini saatnya mengenal pola yang paling langka dan paling ekstrem di antara semuanya: pola Deep Crab. Deep Crab adalah variasi lanjutan dari pola Crab yang ditemukan oleh Scott Carney. Pola ini disebut "Deep" (dalam) karena titik D berada pada level Fibonacci yang lebih dalam dan lebih ekstrem dibandingkan Crab biasa – yaitu di level 224% dari XA (atau kadang 200% dan 261.8%). Jika Crab biasa sudah dianggap ekstrem dengan titik D di 161.8% dari XA, maka Deep Crab benar-benar berada di level yang sangat dalam. Pola ini sangat jarang muncul, tetapi ketika muncul, ia sering kali menghasilkan pembalikan harga yang spektakuler. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  2. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  3. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  4. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  5. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  6. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  7. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  8. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  9. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  10. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu

TradingView Chart - NAIK