Update: Kamis, 30 April 2026

TIRA

PT. Tira Austenite Tbk

Rp 870
-0.57%
Volume
6.599 lot
MA 5
863
MA 20
928
RSI
14.63
High
895
Low
830
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.22%
Support (10d)
810
Resistance (10d)
945
Volume Trend (10d)
+226.3%
Score
65
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-13.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (14.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -179 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TIRA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp810, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp945.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 887 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 957 - 1.001 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 809 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya

Di pasar saham, ada sebuah fakta yang sering terlupakan: harga yang naik tanpa diikuti volume yang sehat ibarat mobil tanpa bensin. Cepat atau lambat, ia akan berhenti. Sebagian besar indikator volume hanya memberi tahu Anda berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, mereka tidak membedakan apakah volume tersebut berasal dari aksi akumulasi (pembelian sistematis oleh investor pintar) atau distribusi (penjualan diam-diam sebelum harga jatuh). Di sinilah Accumulation/Distribution Line (A/D Line) berperan. Indikator ini dirancang untuk menjawab pertanyaan paling penting dalam trading: Apakah uang sedang mengalir masuk atau keluar dari saham ini? Siapa Pencipta A/D Line? Accumulation/Distribution Line dikembangkan oleh Marc Chaikin, analis teknikal legendaris yang juga menciptakan Chaikin Volatility dan Chaikin Oscillator. Chaikin menyadari bahwa volume saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah di...

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, Jepang memiliki banyak istilah unik untuk menggambarkan pola harga. Ada "Doji" (bimbang), "Hammer" (palu), dan "Engulfing" (menelan). Namun ada satu pola yang namanya cukup mengerikan: Upside Gap Two Crows atau "Dua Gagak dengan Celah di Atas". Mengapa dinamakan gagak? Dalam budaya Jepang, gagak sering dikaitkan dengan pertanda buruk. Dan memang, pola ini adalah sinyal pembalikan bearish yang cukup kuat di akhir tren naik. Mari kita bedah pola langka namun mematikan ini. Apa Itu Upside Gap Two Crows? Upside Gap Two Crows adalah pola pembalikan bearish yang terdiri dari tiga candlestick dan muncul setelah uptrend. Namanya berasal dari bentuknya: dua candlestick hitam (gagak) yang "bertengger" di atas celah (gap) dari candlestick pertama. Pola ini termasuk dalam kategori pola multi candlestick...

Artikel menarik lainnya:

  1. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  2. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  3. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  4. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  5. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  6. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  7. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  8. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

TradingView Chart - TIRA