Update: Kamis, 30 April 2026

TNCA

PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk.

Rp 194
+0.52%
Volume
272 lot
MA 5
197
MA 20
190
RSI
61.67
High
204
Low
191
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.34%
Support (10d)
179
Resistance (10d)
212
Volume Trend (10d)
+223.3%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
10.86 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TNCA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.34%. Area support terdekat berada di sekitar Rp179, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp212.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 194 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 223 - 243 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 184 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional

Di pasar saham, ada satu indikator yang hampir selalu dibuka oleh para trader profesional setiap pagi, namun jarang digunakan oleh trader ritel. Indikator itu adalah VWAP (Volume Weighted Average Price). VWAP bukanlah indikator biasa. Ia adalah standar industri yang digunakan oleh fund manager, institusi keuangan, dan proprietary trading desk untuk mengeksekusi order besar. Bagi mereka, VWAP adalah patokan untuk menilai apakah eksekusi beli atau jual mereka dilakukan pada harga yang baik. Lalu, mengapa trader ritel juga perlu memahami VWAP? Karena VWAP menjawab pertanyaan paling fundamental dalam trading: Berapa sebenarnya harga wajar saham ini hari ini, jika dihitung berdasarkan volume? Apa Itu VWAP? VWAP adalah harga rata-rata tertimbang volume dari suatu saham dalam satu hari perdagangan. Ia menghitung ulang setiap saat seiring berjalannya waktu, memberikan...

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  2. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  3. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  4. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  5. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  6. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  7. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  8. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  9. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

TradingView Chart - TNCA