Update: Kamis, 30 April 2026

VOKS

PT. Voksel Electric Tbk.

Rp 216
+0.93%
Volume
614 lot
MA 5
214
MA 20
230
RSI
24.00
High
216
Low
210
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
206
Resistance (10d)
290
Volume Trend (10d)
-43.3%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
13.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (24.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VOKS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp206, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 216 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 248 - 270 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 205 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan

Dalam analisis teknikal saham, kemampuan untuk membedakan antara koreksi sementara dan pembalikan tren adalah kunci profitabilitas jangka panjang. Salah satu pola candlestick yang membantu para trader melakukan hal ini adalah Downside Tasuki Gap. Sebagai pasangan dari Upside Tasuki Gap, pola ini adalah sinyal lanjutan (continuation) dalam tren turun, bukan sinyal pembalikan. Bagi trader yang berfokus pada posisi short selling atau ingin melindungi portofolio di pasar bearish, Downside Tasuki Gap adalah pola yang wajib dipahami. Karakteristik Pola Downside Tasuki Gap Downside Tasuki Gap adalah pola yang terbentuk dari tiga candlestick dalam konteks tren turun. Nama "Downside" merujuk pada arah tren, sedangkan "Gap" mengacu pada celah harga yang terbentuk ke arah bawah. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Candlestick Pertama (Hari 1): Berwarna hitam (bearish), menegaskan tren...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  2. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  3. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  4. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  5. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  6. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  7. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  8. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  9. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  10. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

TradingView Chart - VOKS