Update: Kamis, 30 April 2026

ZATA

PT. Bersama Zatta Jaya Tbk.

Rp 94
-6.00%
Volume
1.926.152 lot
MA 5
96
MA 20
92
RSI
58.33
High
99
Low
90
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
6.40%
Support (10d)
90
Resistance (10d)
117
Volume Trend (10d)
-54.6%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-12.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.366 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ZATA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp90, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp117.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 94 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 108 - 118 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 89 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread

Di antara berbagai metode analisis teknikal, sebagian besar hanya melihat apa yang terjadi: harga naik, harga turun, volume besar, volume kecil. Namun, ada satu metode yang mencoba menjawab mengapa itu terjadi dan siapa di baliknya. Metode itu adalah VSA (Volume Spread Analysis). Dikembangkan oleh Tom Williams, seorang trader yang menghabiskan lebih dari 30 tahun bekerja dengan para "pemain besar" (smart money) di pasar saham dan komoditas, VSA didasarkan pada premis sederhana namun revolusioner: setiap pergerakan harga yang signifikan pasti didahului oleh aktivitas para profesional. VSA tidak hanya mengukur volume dan harga, tetapi membaca hubungan antara keduanya untuk mengetahui apakah para pemain besar sedang mengakumulasi, mendistribusikan, atau sudah tidak aktif. Apa Itu VSA (Volume Spread Analysis)? Volume Spread Analysis adalah metode membaca aksi harga berdasarkan...

Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick yang melibatkan banyak batang lilin cenderung memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pola satu atau dua candlestick. Salah satu pola kompleks yang sangat jarang muncul namun membawa sinyal bearish yang kuat adalah Ladder Top. Pola lima candlestick ini adalah peringatan dini bahwa tren naik yang tampak kokoh sebenarnya sedang membangun fondasi yang rapuh. Bagi trader yang memahami Ladder Top, pola ini adalah kesempatan untuk keluar dari posisi long sebelum koreksi besar terjadi, atau bahkan mempersiapkan posisi short. Karakteristik Pola Ladder Top Ladder Top (puncak tangga) adalah pola yang terbentuk dari lima candlestick secara berurutan dalam konteks tren naik yang sudah berlangsung sebelumnya. Namanya diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai tangga — harga naik bertahap namun kemudian diikuti...

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  2. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  3. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  4. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  5. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  6. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  7. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  8. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  9. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  10. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing

TradingView Chart - ZATA