Update: Kamis, 30 April 2026

AADI

PT. Adaro Andalan Indonesia Tbk.

Rp 11.600
+2.65%
Volume
161.833 lot
MA 5
11.130
MA 20
10.799
RSI
73.98
High
11.650
Low
11.150
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.53%
Support (10d)
10.750
Resistance (10d)
11.650
Volume Trend (10d)
-41.6%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
14.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (74.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.538 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AADI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 74.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp10.750, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp11.650.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 11.832 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 12.760 - 13.340 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 10.788 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

Sebagian besar trader mengenal volume sebagai batang vertikal di bagian bawah chart yang menunjukkan berapa banyak saham diperdagangkan dalam satu hari. Namun, ada cara yang jauh lebih canggih dan mendalam untuk memahami volume, yaitu Volume Profile. Berbeda dengan volume biasa yang hanya memberi tahu total volume harian, Volume Profile menyebarkan volume ke setiap level harga. Hasilnya adalah semacam peta panas (heatmap) yang menunjukkan di level harga mana most trading activity terjadi. Dengan Volume Profile, Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis seperti: Di mana para pelaku pasar paling agresif membeli? Di level mana mereka paling banyak menjual? Level harga mana yang menjadi magnet bagi volume? Dan level mana yang menjadi zona sepi? Apa Itu Volume Profile? Volume Profile adalah indikator teknikal yang menampilkan volume perdagangan pada...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  2. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  3. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  4. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  5. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  6. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  7. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  8. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  9. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  10. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

TradingView Chart - AADI