Update: Kamis, 30 April 2026

APII

PT. Arita Prima Indonesia Tbk.

Rp 193
-0.52%
Volume
1.345 lot
MA 5
193
MA 20
189
RSI
56.25
High
196
Low
190
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.32%
Support (10d)
188
Resistance (10d)
200
Volume Trend (10d)
+516.3%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
1.58 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -113 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham APII saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp188, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 193 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 222 - 241 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 183 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator berfokus pada arah harga: naik atau turun. Namun, ada satu aspek penting yang sering terlupakan oleh trader pemula, yaitu kecepatan perubahan harga atau yang lebih dikenal dengan volatilitas. Salah satu indikator yang dirancang khusus untuk menangkap dinamika ini adalah Chaikin Volatility. Berbeda dengan indikator volatilitas lain seperti Bollinger Bands atau ATR, Chaikin Volatility memiliki pendekatan unik dengan membandingkan rentang harga tertinggi dan terendah terhadap rata-rata pergerakannya. Siapa Pencipta Chaikin Volatility? Indikator ini dinamai sesuai dengan nama penciptanya, Marc Chaikin, seorang analis teknikal terkenal yang juga mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) dan Chaikin Oscillator. Chaikin Volatility pertama kali diperkenalkan sebagai alat untuk mengukur ekspansi dan kontraksi volatilitas harga. Rumus Dasar dan Cara Kerja Secara sederhana, Chaikin Volatility dihitung...

Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk membaca pergerakan harga. Kebanyakan trader akrab dengan pola Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola yang lebih langka namun memiliki akurasi sinyal yang tinggi, salah satunya adalah Unique Three River. Apa Itu Unique Three River? Unique Three River adalah pola multi candlestick yang terdiri dari tiga batang lilin (candlestick) dan umumnya muncul di akhir tren turun (downtrend). Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bullish (bullish reversal pattern). Namanya terinspirasi dari formasi yang menyerupai aliran sungai yang berkelok, di mana harga seolah-olah “berhenti” lalu berbalik arah. Meskipun mirip dengan pola Morning Star atau Three Inside Up, Unique Three River memiliki karakteristik unik pada candlestick keduanya yang membedakannya dari pola lainnya....

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Artikel menarik lainnya:

  1. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  2. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  3. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  4. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  5. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  6. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  7. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  8. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  9. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  10. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

TradingView Chart - APII