Update: Kamis, 30 April 2026

ADHI

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.

Rp 212
+16.48%
Volume
1.780.822 lot
MA 5
188
MA 20
187
RSI
71.88
High
244
Low
208
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.12%
Support (10d)
179
Resistance (10d)
244
Volume Trend (10d)
+248.1%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.95 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.9) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -19.643 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADHI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp179, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp244.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 244 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 268, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 179 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross tidak hanya dikenal dengan pola reversal seperti 1-2-3 Pattern dan 2B Pattern. Ia juga mengembangkan pola untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung—bukan untuk membalikkannya. Pola tersebut adalah The 1-2-3-4 Pattern. Berbeda dengan pola reversal yang bertujuan menangkap akhir tren, The 1-2-3-4 Pattern adalah pola continuation (lanjutan tren) dan breakout. Pola ini membantu trader mengidentifikasi momen di mana harga keluar dari konsolidasi (breakout) atau melanjutkan tren setelah pullback yang sehat. Bagi trader yang ingin "menunggangi" tren (riding the trend) daripada berusaha menebak puncak atau dasar, The 1-2-3-4 Pattern adalah alat yang sangat berguna. Karakteristik The 1-2-3-4 Pattern The 1-2-3-4 Pattern adalah pola yang terdiri dari empat titik pada grafik harga yang membentuk serangkaian higher highs dan higher lows (dalam uptrend)...

Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

Dalam analisis teknikal saham, ada banyak indikator kompleks dengan rumus yang rumit dan parameter yang membingungkan. Namun, terkadang yang paling sederhana justru yang paling efektif. Salah satu indikator paling sederhana namun sangat berguna adalah Momentum (MOM). Momentum (sering disingkat MOM) adalah indikator yang mengukur kecepatan perubahan harga dengan menghitung selisih antara harga saat ini dengan harga N periode yang lalu. Tidak ada moving average, tidak ada smoothing, tidak ada bobot – hanya selisih harga. Kesederhanaan inilah yang membuat Momentum menjadi alat yang sangat baik untuk mengidentifikasi kekuatan tren, divergence, dan potensi pembalikan harga. Indikator ini juga menjadi fondasi bagi banyak indikator lain seperti RSI, MACD, dan lainnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Momentum (MOM), mulai dari cara perhitungan, interpretasi garis nol...

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  2. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  3. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  4. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  5. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  6. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  7. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  8. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - ADHI