Update: Kamis, 30 April 2026

RMKO

PT. Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.

Rp 486
-3.76%
Volume
107.229 lot
MA 5
508
MA 20
536
RSI
43.41
High
505
Low
462
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.80%
Support (10d)
462
Resistance (10d)
605
Volume Trend (10d)
-63.1%
Score
15
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
2.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.268 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RMKO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp462, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp605.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 439 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga

Setelah mempelajari Gann Angles dan Gann Fan, kita memasuki alat ketiga dari trinitas metode Gann: Gann Grid. Jika Gann Angles adalah tentang garis diagonal dan Gann Fan adalah tentang kumpulan sudut, maka Gann Grid adalah tentang kotak – jaring-jaring geometris yang membagi ruang waktu dan harga menjadi sel-sel yang terukur. Gann Grid (juga dikenal sebagai Gann Square atau Gann Box) mungkin adalah alat Gann yang paling visual dan paling mudah dipahami secara intuitif. Ia menciptakan struktur kotak-kotak di atas chart, di mana setiap kotak memiliki ukuran yang sama dalam hal rasio waktu terhadap harga. Apa Itu Gann Grid? Gann Grid adalah alat analisis teknikal yang membagi chart menjadi sel-sel berbentuk persegi (atau persegi panjang) berdasarkan rasio tertentu antara waktu dan harga. Grid ini digambar...

Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola didasarkan pada bentuk visual dan psikologi pasar. Namun, ada sebuah keluarga pola yang berbeda: pola Harmonic. Di antara pola harmonic yang paling terkenal dan menjadi dasar bagi pola-pola lainnya adalah pola Gartley. Pola Gartley pertama kali diperkenalkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" pada tahun 1935. Pola ini menggunakan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan harga dengan presisi tinggi. Pola Gartley dianggap sebagai "induk" dari pola harmonic lainnya seperti Butterfly, Bat, dan Crab. Pola ini cukup kompleks dibandingkan pola candlestick biasa, tetapi ketika dipahami dan diterapkan dengan benar, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat akurat dengan titik entry, stop loss, dan target yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  2. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  4. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  5. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  6. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  7. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  10. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

TradingView Chart - RMKO