Update: Kamis, 30 April 2026

AKSI

PT. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk.

Rp 332
-2.35%
Volume
12.781 lot
MA 5
329
MA 20
306
RSI
69.05
High
350
Low
314
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.28%
Support (10d)
302
Resistance (10d)
364
Volume Trend (10d)
+91.1%
Score
85
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
9.93 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (69.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -113 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKSI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 69.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp302, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp364.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 332 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 382 - 415 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 315 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader familiar dengan pola seperti Engulfing, Morning Star, atau Three White Soldiers. Namun, ada satu pola continuation yang sangat kuat namun jarang dibahas—Mat Hold (Tahanan Matras). Pola ini mungkin terlihat mirip dengan Rising/Falling Three Methods pada pandangan pertama, namun memiliki perbedaan krusial yang membuatnya lebih kuat sebagai sinyal kelanjutan tren. Nama "Mat Hold" berasal dari bentuknya yang seperti "matras"—harga seolah-olah ditahan di atas matras sebelum melanjutkan pergerakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Mat Hold (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, perbedaannya dengan pola serupa, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Mat Hold? Mat Hold adalah pola lima candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini dapat bersifat bullish (dalam uptrend)...

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart

Sebagian besar trader saham hanya melihat candlestick biasa: sebuah batang dengan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan. Namun, di era pasar modern, para pelaku profesional menggunakan alat yang jauh lebih detail. Alat itu bernama Footprint Chart. Footprint memungkinkan Anda melihat apa yang terjadi di dalam sebuah candlestick. Anda bisa melihat secara persis berapa banyak volume yang terjadi di setiap level harga, serta apakah transaksi tersebut didorong oleh pembeli agresif (ask) atau penjual agresif (bid). Dengan footprint, Anda tidak lagi bertanya, "Apakah candle ini hijau atau merah?". Anda akan bertanya, "Siapa yang sebenarnya mengendalikan setiap level harga di candle ini?". Apa Itu Footprint Chart? Footprint adalah representasi data order flow yang menampilkan volume transaksi untuk setiap harga dalam satu periode (misalnya satu candlestick 5 menit)....

Artikel menarik lainnya:

  1. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  2. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  3. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  5. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  6. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  7. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  8. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  9. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  10. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

TradingView Chart - AKSI