Update: Kamis, 30 April 2026

AMIN

PT. Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk.

Rp 250
+5.93%
Volume
9.066 lot
MA 5
225
MA 20
234
RSI
58.00
High
250
Low
224
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.08%
Support (10d)
190
Resistance (10d)
300
Volume Trend (10d)
+7,035.0%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
5.04 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 105 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMIN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp190, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 255 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 275 - 288 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 233 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola dirancang untuk menangkap pembalikan harga. Beberapa pola justru dirancang untuk menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut. Salah satu pola continuation paling andal dalam kondisi bearish adalah Falling Three Methods (Tiga Metode Turun). Pola ini mungkin terlihat membingungkan—mengapa setelah turun tiba-tiba naik? Namun, justru "naik" sementara inilah yang menjadi jebakan bagi trader yang tidak waspada. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Falling Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk melindungi modal dan memanfaatkan tren turun. Apa Itu Falling Three Methods? Falling Three Methods adalah pola continuation bearish (kelanjutan tren turun) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick...

Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick adalah salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga. Di antara ratusan pola yang ada, Side-by-Side White Lines tergolong unik dan jarang dibahas, padahal memiliki sinyal yang cukup kuat, terutama dalam kondisi tren naik. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu pola Side-by-Side White Lines, bagaimana cara mengidentifikasinya, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading. Apa Itu Side-by-Side White Lines? Side-by-Side White Lines adalah pola tiga candlestick yang terdiri dari: Candlestick pertama: Sebuah long white candle (candle hijau/putih dengan badan panjang) yang muncul di tengah tren naik yang kuat. Candle ini menandakan adanya tekanan beli yang dominan. Candlestick kedua: Sebuah short white candle (candle putih kecil) yang terbentuk tepat di atas harga penutupan (closing price)...

High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menjadi cerminan langsung dari psikologi pasar. Salah satu pola yang paling menarik dan sarat makna adalah High Wave. Pola ini sangat mirip dengan Rickshaw Man, namun memiliki perbedaan fundamental: pada High Wave, badan candlestick (real body) masih terlihat jelas, meskipun tetap pendek, sementara sumbu atas dan bawahnya memanjang secara signifikan. High Wave menggambarkan pergulatan epik antara pembeli dan penjual dalam satu periode perdagangan, tanpa menghasilkan pemenang yang jelas. Karakteristik Utama Pola High Wave Agar sebuah candlestick dapat diklasifikasikan sebagai High Wave, ia harus memenuhi kriteria berikut: Sumbu Atas dan Bawah yang Panjang: Kedua sumbu (bayangan) memiliki panjang yang jauh melebihi panjang badan candlestick. Semakin panjang sumbu relatif terhadap badan, semakin kuat sinyalnya. Badan Candlestick Pendek: Berbeda...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  2. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  4. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  5. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  6. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  7. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  8. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

TradingView Chart - AMIN