Update: Kamis, 30 April 2026

AMMN

PT. Amman Mineral Internasional Tbk.

Rp 5.100
-1.92%
Volume
245.033 lot
MA 5
5.165
MA 20
5.326
RSI
42.17
High
5.275
Low
5.000
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.81%
Support (10d)
4.800
Resistance (10d)
5.850
Volume Trend (10d)
-26.4%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-7.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -25.692 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMMN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.800, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.850.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.560 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil

Dalam analisis teknikal, salah satu pengalaman paling membuat frustrasi bagi trader adalah ketika harga tampaknya akan breakout—menembus level resistance atau support penting—hanya untuk segera berbalik arah dan menjebak mereka yang masuk di "breakout" tersebut. Fenomena ini dikenal dengan berbagai istilah: false breakout, fakeout, atau The False Bar. The False Bar adalah pola candlestick spesifik yang mengindikasikan bahwa breakout yang terjadi kemungkinan besar palsu dan harga akan kembali ke dalam rentang konsolidasi atau bahkan berbalik arah. Pola ini sangat berguna bagi trader yang ingin menghindari jebakan breakout dan justru memanfaatkannya untuk entry di arah yang berlawanan. Karakteristik The False Bar The False Bar adalah sebuah candlestick yang tampak seperti akan melakukan breakout (menembus level resistance atau support), tetapi gagal bertahan dan ditutup kembali di dalam...

Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle (bullish) dan Descending Triangle (bearish), kini saatnya mengenal pola segitiga yang paling netral namun paling sering muncul: Symmetrical Triangle. Symmetrical Triangle adalah pola yang unik karena ia tidak memihak arah tertentu. Ia bisa menjadi pola kelanjutan (continuation) maupun pola pembalikan (reversal), tergantung pada arah breakout yang terjadi. Inilah yang membuatnya menarik sekaligus menantang: ia memberikan peluang di kedua arah, tetapi trader harus sabar menunggu sinyal yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Symmetrical Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif untuk memanfaatkan kedua kemungkinan arah breakout. Apa Itu Symmetrical Triangle? Symmetrical Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang saling...

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  2. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  3. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  4. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  5. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  6. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  7. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  8. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  9. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - AMMN