Update: Kamis, 30 April 2026

MDKI

PT. Emdeki Utama Tbk.

Rp 190
0.00%
Volume
1.985 lot
MA 5
191
MA 20
195
RSI
48.28
High
193
Low
188
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.91%
Support (10d)
184
Resistance (10d)
204
Volume Trend (10d)
-38.9%
Score
10
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-1.55 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -379 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MDKI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp184, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp204.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 175 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator momentum hanya menggunakan satu periode waktu (misalnya RSI 14 hari, Stochastic 14 periode, CCI 20 periode). Namun, ada satu indikator yang unik karena menggabungkan tiga periode waktu yang berbeda sekaligus: Ultimate Oscillator. Ultimate Oscillator dikembangkan oleh Larry Williams (pencipta Williams %R) pada tahun 1976. Latar belakang penciptaannya adalah frustrasi Larry Williams terhadap false signal yang sering terjadi pada indikator momentum tunggal. Ia menyadari bahwa tren yang sama bisa terlihat berbeda di timeframe yang berbeda (harian, mingguan, bulanan). Solusinya: menggabungkan tiga periode (short-term, intermediate-term, long-term) ke dalam satu indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Ultimate Oscillator dirancang untuk mengurangi false signal (terutama di pasar sideways) dan memberikan sinyal overbought/oversold yang lebih andal. Indikator ini sangat cocok untuk...

Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

Sebagian besar trader mengenal volume sebagai batang vertikal di bagian bawah chart yang menunjukkan berapa banyak saham diperdagangkan dalam satu hari. Namun, ada cara yang jauh lebih canggih dan mendalam untuk memahami volume, yaitu Volume Profile. Berbeda dengan volume biasa yang hanya memberi tahu total volume harian, Volume Profile menyebarkan volume ke setiap level harga. Hasilnya adalah semacam peta panas (heatmap) yang menunjukkan di level harga mana most trading activity terjadi. Dengan Volume Profile, Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis seperti: Di mana para pelaku pasar paling agresif membeli? Di level mana mereka paling banyak menjual? Level harga mana yang menjadi magnet bagi volume? Dan level mana yang menjadi zona sepi? Apa Itu Volume Profile? Volume Profile adalah indikator teknikal yang menampilkan volume perdagangan pada...

The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, banyak pola reversal (pembalikan) yang terkenal seperti Double Top, Head and Shoulders, atau Triple Bottom. Namun, pola-pola tersebut seringkali membutuhkan waktu lama untuk terbentuk dan interpretasinya bisa subjektif. Joe Ross, seorang trader legendaris dan penulis buku "Trading The Ross Hook", mengembangkan pola yang jauh lebih sederhana: The 1-2-3 Pattern. Dinamakan demikian karena hanya terdiri dari tiga titik pada grafik harga, pola ini dirancang untuk mengidentifikasi momen di mana tren sedang berakhir dan akan berbalik arah. Kesederhanaannya membuat pola ini sangat populer di kalangan trader yang menginginkan sinyal reversal yang jelas dan mudah diimplementasikan. Karakteristik The 1-2-3 Pattern The 1-2-3 Pattern adalah pola reversal yang terbentuk dari tiga swing point (titik ayunan) pada grafik harga. Pola ini dapat muncul di akhir uptrend...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  2. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  5. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  6. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  7. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  8. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  9. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - MDKI