Update: Kamis, 30 April 2026

AMMS

PT. Agung Menjangan Mas Tbk.

Rp 392
0.00%
Volume
3.039 lot
MA 5
390
MA 20
402
RSI
46.77
High
396
Low
368
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.76%
Support (10d)
362
Resistance (10d)
450
Volume Trend (10d)
+75.2%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-5.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -49 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMMS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp362, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 344 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

Dalam dunia trading saham, kemampuan mendeteksi titik balik harga dari turun menjadi naik adalah keterampilan yang sangat berharga. Salah satu pola candlestick yang paling andal untuk itu adalah Piercing Pattern. Pola dua candlestick ini sering dianggap sebagai "kembaran bullish" dari Dark Cloud Cover, namun dengan karakteristik dan psikologi yang unik. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Piercing Pattern, bagaimana cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan akurasi entry Anda. Apa Itu Piercing Pattern? Piercing Pattern (pola menusuk) adalah formasi pembalikan bullish (dari turun ke naik) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik sebagai berikut: Candlestick pertama: Bearish (merah/hitam) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa penjual (bear) masih...

Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

Dalam analisis teknikal candlestick, Steve Nison adalah tokoh yang memperkenalkan seni membaca candlestick Jepang ke dunia Barat. Salah satu kontribusinya yang paling penting adalah klasifikasi tentang gap (celah harga). Selain tiga jenis gap utama yang dikenal secara luas—Breakaway Gap, Runaway Gap, dan Exhaustion Gap—Nison juga mengidentifikasi beberapa pola gap tambahan yang memiliki karakteristik dan implikasi tersendiri. Artikel ini akan membahas tiga jenis gap tambahan dari perspektif Steve Nison: Side-by-Side Gap, Up Gap Tasuki, dan Down Gap Tasuki. Ketiga pola ini sering luput dari perhatian trader pemula, padahal dapat menjadi sinyal yang sangat berguna untuk mengonfirmasi tren atau mengidentifikasi potensi pembalikan. Mengapa Gap Itu Penting? Sebelum membahas ketiga pola tambahan, mari kita pahami mengapa gap begitu penting dalam analisis candlestick. Gap terjadi ketika harga pembukaan...

Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat

Dalam analisis teknikal saham, pola harmonic terus berkembang seiring waktu. Setelah mempelajari Gartley, Bat, Butterfly, Crab, dan Deep Crab, kini saatnya mengenal pola harmonic yang lebih baru namun sangat populer: pola Cypher. Pola Cypher ditemukan oleh Darren Oglesbee dan dipopulerkan oleh Mike Savage serta Tim West. Pola ini relatif lebih baru dibandingkan pola harmonic lainnya, tetapi dengan cepat menjadi favorit banyak trader karena akurasinya yang tinggi dan rasio risk-reward yang menarik. Yang membedakan Cypher dari pola harmonic lainnya adalah struktur internalnya yang unik, terutama pada posisi titik C dan rasio Fibonacci yang spesifik. Pola Cypher sering disebut sebagai "sandi rahasia" karena kemampuannya mengungkap titik pembalikan yang tidak terlihat oleh pola lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Cypher (baik bullish maupun bearish),...

Artikel menarik lainnya:

  1. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  3. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  4. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  5. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  6. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  7. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

TradingView Chart - AMMS