Update: Kamis, 30 April 2026

AMRT

PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Rp 1.320
-2.94%
Volume
469.665 lot
MA 5
1.364
MA 20
1.456
RSI
28.75
High
1.365
Low
1.315
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.37%
Support (10d)
1.305
Resistance (10d)
1.570
Volume Trend (10d)
+31.5%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -37.647 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMRT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.305, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.240 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

Dalam perjalanan sebuah tren saham, ada kalanya pergerakan terasa begitu kuat, begitu cepat, dan begitu menggoda. Harga melesat naik dengan lompatan besar atau jatuh bebas tanpa ampun. Trader retail berlarian masuk karena takut ketinggalan. Namun, di sinilah bahaya sesungguhnya berada. Karena tidak semua lompatan harga adalah keberlanjutan. Beberapa di antaranya adalah Exhaustion Gap—celah terakhir yang dibuat oleh energi yang tersisa sebelum tren benar-benar mati. Exhaustion gap adalah sinyal peringatan paling akhir. Ia seperti nafas terakhir seorang pelari maraton sebelum akhirnya berhenti. Jika Anda bisa mengenalinya, Anda bisa keluar dari posisi tepat waktu atau bahkan membuka posisi berlawanan di titik yang hampir sempurna. Apa Itu Exhaustion Gap? Dalam analisis teknikal, gap (celah) adalah area kosong di chart di mana tidak ada aktivitas perdagangan terjadi. Harga...

Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar trader hanya hafal pola-pola populer seperti doji, hammer, shooting star, atau engulfing. Namun, ada satu pola yang nyaris terlupakan, jarang dibahas dalam buku-buku mainstream, tetapi memiliki keunikan tersendiri dan tetap digunakan oleh para trader senior di Meksiko dan Amerika Latin. Pola itu bernama Trompo. Trompo (diucapkan: trom-po) adalah kata dalam bahasa Spanyol yang berarti "gasing" atau "topi putar". Dalam konteks candlestick, trompo adalah versi Meksiko dari apa yang dikenal secara internasional sebagai Spinning Top (gasing berputar). Namun, ada perbedaan filosofis dan interpretasi yang membuat trompo layak Anda pelajari sebagai tambahan wawasan. Meskipun jarang dipakai di kalangan trader Asia atau Eropa, memahami trompo akan memperkaya perangkat analisis Anda, terutama ketika Anda menghadapi kondisi pasar yang benar-benar bimbang. Apa...

Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

Dalam dunia trading saham, kemampuan mendeteksi titik balik harga dari turun menjadi naik adalah keterampilan yang sangat berharga. Salah satu pola candlestick yang paling andal untuk itu adalah Piercing Pattern. Pola dua candlestick ini sering dianggap sebagai "kembaran bullish" dari Dark Cloud Cover, namun dengan karakteristik dan psikologi yang unik. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Piercing Pattern, bagaimana cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan akurasi entry Anda. Apa Itu Piercing Pattern? Piercing Pattern (pola menusuk) adalah formasi pembalikan bullish (dari turun ke naik) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik sebagai berikut: Candlestick pertama: Bearish (merah/hitam) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa penjual (bear) masih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  2. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  5. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  6. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  7. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  8. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  9. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  10. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

TradingView Chart - AMRT