Update: Kamis, 30 April 2026

IPOL

PT. Indopoly Swakarsa Industry Tbk.

Rp 132
-2.22%
Volume
205.457 lot
MA 5
125
MA 20
122
RSI
60.00
High
147
Low
128
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.57%
Support (10d)
116
Resistance (10d)
152
Volume Trend (10d)
+958.6%
Score
85
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
12.82 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -732 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp116, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp152.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 132 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 152 - 165 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 125 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan

Dalam analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola yang populer memiliki nama-nama yang terdengar agresif: Hammer (palu), Shooting Star (bintang jatuh), Dark Cloud Cover (awan gelap), atau Three Black Crows (tiga gagak hitam). Namun, ada satu pola yang namanya terdengar jauh lebih damai: Homing Pigeon atau "Merpati Pemandu". Dinamakan demikian karena pola ini seperti merpati yang membawa kabar baik di tengah badai. Homing Pigeon adalah pola pembalikan bullish yang muncul di akhir downtrend, memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah dan harga berpotensi berbalik naik. Mari kita bedah pola yang sering terlewat namun cukup akurat ini. Apa Itu Homing Pigeon? Homing Pigeon adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terdiri dari dua candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Pola ini termasuk dalam kategori...

Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick memerlukan konfigurasi yang rumit. Ada pola yang sangat sederhana namun memiliki implikasi kuat terhadap arah pasar, yaitu Belt Hold. Pola ini hanya terdiri dari satu candlestick dengan karakteristik unik: harga pembukaan berada tepat di harga tertinggi (untuk versi bearish) atau tepat di harga terendah (untuk versi bullish), diikuti oleh pergerakan searah yang panjang tanpa bayangan di sisi pembukaan. Belt Hold adalah pola pembalikan yang sinyalnya cukup kuat, terutama ketika muncul di akhir tren yang sudah berlangsung lama. Karakteristik Pola Belt Hold Belt Hold memiliki dua versi: Bullish Belt Hold dan Bearish Belt Hold. Meskipun arahnya berlawanan, keduanya memiliki ciri dasar yang sama. 1. Bullish Belt Hold (Pembukaan di Harga Terendah) Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Candlestick berwarna...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  2. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  3. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  4. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  5. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  6. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  7. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  8. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  9. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  10. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan

TradingView Chart - IPOL