Update: Kamis, 30 April 2026

BCAP

PT. MNC Kapital Indonesia Tbk.

Rp 52
-3.70%
Volume
296.803 lot
MA 5
53
MA 20
53
RSI
50.00
High
54
Low
51
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
51
Resistance (10d)
60
Volume Trend (10d)
+117.4%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
4.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.338 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCAP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp51, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp60.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 51, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks

Setelah mempelajari Andrews' Pitchfork (original) dan Schiff Pitchfork, kita memasuki varian ketiga dan terakhir dari keluarga garpu tren: Modified Schiff Pitchfork. Jika Andrews original adalah yang paling curam dan Schiff adalah yang paling landai, maka Modified Schiff berada di posisi tengah – sebuah kompromi cerdas yang menggabungkan kelebihan keduanya. Dikembangkan oleh para murid Andrews yang merasa bahwa Schiff terlalu landai untuk beberapa kondisi pasar, namun original terlalu curam untuk kondisi lainnya, Modified Schiff Pitchfork (kadang disebut "Modified Andrews" atau "Schiff 2.0") menawarkan pendekatan yang lebih seimbang. Apa Itu Modified Schiff Pitchfork? Modified Schiff Pitchfork adalah varian dari Andrews' Pitchfork yang memodifikasi titik awal median line dengan cara yang berbeda dari Schiff standard. Jika Schiff menggeser titik awal ke posisi tengah antara Titik 1 dan...

Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

Dalam analisis teknikal saham, pola segitiga (triangle patterns) adalah salah satu formasi yang paling sering ditemui. Di antara ketiga jenis segitiga – ascending, descending, dan symmetrical – Ascending Triangle adalah yang paling bullish. Ascending Triangle adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang paling optimis. Ia terbentuk di tengah tren naik dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan kenaikannya. Pola ini sangat dicari oleh trader karena memberikan sinyal beli yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ascending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Ascending Triangle? Ascending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline: Garis resistance horizontal...

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  2. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  3. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  4. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  5. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  6. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  7. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  8. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  9. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  10. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

TradingView Chart - BCAP