Update: Kamis, 30 April 2026

BEEF

PT. Estika Tata Tiara Tbk.

Rp 204
-0.97%
Volume
108.842 lot
MA 5
220
MA 20
244
RSI
12.50
High
212
Low
199
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.53%
Support (10d)
199
Resistance (10d)
302
Volume Trend (10d)
+234.6%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-19.05 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -39.559 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEEF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp199, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp302.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 189 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu

Dalam dunia analisis teknikal, hampir semua chart yang Anda kenal memiliki satu kesamaan: sumbu waktu. Chart candlestick, bar chart, line chart – semuanya menempatkan waktu sebagai komponen fundamental. Setiap candle mewakili periode waktu tertentu: 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu. Namun, ada satu jenis chart yang membuang konsep waktu sepenuhnya. Ia tidak peduli apakah harga bergerak dalam 1 menit atau 1 bulan. Yang ia pedulikan hanyalah seberapa besar harga bergerak. Chart itu adalah Renko Chart, juga dikenal sebagai pola bata (brick chart). Renko berasal dari kata Jepang "renga" yang berarti bata. Dan memang, chart ini terdiri dari deretan "bata" yang tersusun rapi, masing-masing mewakili pergerakan harga dengan ukuran tetap. Apa Itu Renko Chart? Renko Chart adalah jenis chart yang dibangun berdasarkan pergerakan...

Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator momentum hanya menggunakan satu periode waktu (misalnya RSI 14 hari, Stochastic 14 periode, CCI 20 periode). Namun, ada satu indikator yang unik karena menggabungkan tiga periode waktu yang berbeda sekaligus: Ultimate Oscillator. Ultimate Oscillator dikembangkan oleh Larry Williams (pencipta Williams %R) pada tahun 1976. Latar belakang penciptaannya adalah frustrasi Larry Williams terhadap false signal yang sering terjadi pada indikator momentum tunggal. Ia menyadari bahwa tren yang sama bisa terlihat berbeda di timeframe yang berbeda (harian, mingguan, bulanan). Solusinya: menggabungkan tiga periode (short-term, intermediate-term, long-term) ke dalam satu indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Ultimate Oscillator dirancang untuk mengurangi false signal (terutama di pasar sideways) dan memberikan sinyal overbought/oversold yang lebih andal. Indikator ini sangat cocok untuk...

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  2. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  5. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  6. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  7. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  8. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  9. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  10. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

TradingView Chart - BEEF