Update: Kamis, 30 April 2026

BJTM

PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.

Rp 580
0.00%
Volume
86.921 lot
MA 5
578
MA 20
581
RSI
53.33
High
585
Low
575
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.84%
Support (10d)
570
Resistance (10d)
605
Volume Trend (10d)
+22.9%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
2.65 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12.518 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BJTM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp570, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp605.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 570, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, kita sudah akrab dengan pola-pola populer seperti Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola langka yang jarang dibahas padahal memiliki akurasi yang cukup menarik. Salah satunya adalah Ladder Bottom atau "Dasar Tangga". Dinamakan demikian karena bentuknya seperti tangga yang menurun lalu berbalik naik. Pola ini adalah sinyal pembalikan bullish yang muncul di akhir downtrend panjang, memberi sinyal bahwa penjual sudah kehabisan tenaga dan pembeli siap mengambil alih. Mari kita bedah pola lima candlestick yang langka namun powerful ini. Apa Itu Ladder Bottom? Ladder Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terdiri dari lima candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung cukup lama. Pola ini termasuk dalam kategori multi candlestick yang cukup kompleks . Nama "Ladder" (tangga) diambil...

Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator digunakan untuk menentukan arah tren – apakah harga akan naik atau turun. Namun, ada satu indikator yang dirancang untuk menjawab pertanyaan yang berbeda: seberapa kuat tren tersebut? Indikator itu adalah ADX (Average Directional Index). ADX dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan Parabolic SAR. ADX tidak memberi tahu Anda apakah tren sedang naik atau turun – ia hanya memberi tahu Anda seberapa kuat tren tersebut, terlepas dari arahnya. Untuk mengetahui arah tren, ADX dilengkapi dengan dua garis pendamping: Plus DI (+DI) dan Minus DI (-DI). Ketiganya – ADX, +DI, dan -DI – membentuk sistem Directional Movement Indicator (DMI) yang sangat powerful untuk menganalisis tren. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ADX dan...

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  2. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  3. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  4. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  5. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  6. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  7. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  8. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  9. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  10. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

TradingView Chart - BJTM