Update: Kamis, 30 April 2026

BNII

PT. Bank Maybank Indonesia Tbk.

Rp 204
+0.99%
Volume
5.445 lot
MA 5
203
MA 20
207
RSI
50.00
High
206
Low
200
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.03%
Support (10d)
198
Resistance (10d)
216
Volume Trend (10d)
+86.1%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.99 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 548 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNII saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp198, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp216.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 208 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 224 - 235 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 190 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang paling sederhana, paling populer, dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia: Moving Average (Rata-rata Bergerak). Moving Average adalah indikator yang menghaluskan data harga dengan menciptakan garis yang mengikuti pergerakan harga. Ia membantu trader melihat arah tren, mengidentifikasi level support dan resistance dinamis, serta menghasilkan sinyal beli dan jual. Namun, tidak semua moving average diciptakan sama. Ada beberapa jenis moving average dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda: SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keempat jenis moving average tersebut, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, hingga strategi penggunaannya dalam trading saham. Apa Itu Moving Average?...

Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga. Selain pola Doji, Hammer, atau Engulfing, ada pola tiga candlestick yang cukup akurat namun jarang dibahas: Advance Block. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bearish (penurunan). Jika Anda seorang trader saham, mengenali Advance Block bisa membantu Anda keluar dari posisi beli sebelum harga benar-benar jatuh. Apa Itu Pola Advance Block? Advance Block adalah formasi tiga candlestick bullish (hijau) yang muncul di akhir sebuah tren naik (uptrend). Meskipun ketiga candlestick berwarna hijau, pola ini justru memberi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan harga berpotensi berbalik turun. Ciri khas utamanya adalah: Badan candlestick semakin pendek dari candlestick pertama ke ketiga. Harga tertinggi (high) terus naik, tetapi laju...

Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Setelah mempelajari berbagai pola kelanjutan tren bullish, kini saatnya memahami sisi sebaliknya dari pasar yang sedang melemah. Bearish Pennant adalah pola teknikal yang wajib diketahui oleh trader yang ingin mengidentifikasi kelanjutan tren turun dengan tingkat akurasi tinggi. Apa Itu Bearish Pennant? Bearish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga turun secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai panji atau umbul-umbul terbalik yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera mengarah ke bawah. Pola ini mencerminkan pertarungan antara penjual dan pembeli setelah penurunan drastis. Para pembeli mencoba melakukan rebound, tetapi tekanan jual masih begitu kuat sehingga pergerakan naik semakin melemah dan akhirnya harga kembali jatuh. Karakteristik Pola Bearish Pennant...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  2. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  3. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  4. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  5. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  6. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  7. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  8. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  10. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik

TradingView Chart - BNII