Update: Kamis, 30 April 2026

BOBA

PT. Formosa Ingredient Factory Tbk.

Rp 274
-14.91%
Volume
58.343 lot
MA 5
278
MA 20
207
RSI
64.89
High
292
Low
274
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
6.19%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
326
Volume Trend (10d)
+5,619.8%
Score
90
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
73.42 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 164 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BOBA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp326.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 274 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 315 - 343 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 260 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick Jepang memiliki nama-nama yang unik dan mudah diingat. Setelah mempelajari pola seperti Doji, Hammer, atau Unique Three River, ada satu pola lagi yang jarang dibahas tetapi memiliki sinyal cukup kuat, yaitu Concealing Baby Swan. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bullish (bullish reversal pattern) yang muncul di akhir tren turun. Namanya terdengar indah, namun di baliknya tersimpan psikologi pasar yang intens: kepanikan, keraguan, dan akhirnya pembalikan arah. Apa Itu Concealing Baby Swan? Secara harfiah, concealing berarti menyembunyikan, baby berarti bayi, dan swan berarti angsa. Nama ini diambil karena formasi candlestick-nya menggambarkan seolah-olah sebuah "angsa kecil" (lilin kecil) tersembunyi di dalam bayangan lilin besar sebelumnya. Pola ini terdiri dari empat candlestick dan dianggap sebagai salah satu pola pembalikan...

White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar trader akrab dengan pola-pola harmonic klasik seperti Gartley, Butterfly, atau Crab. Namun, ada satu pola harmonic yang lebih jarang dibahas namun memiliki tingkat akurasi yang mengesankan: White Swan (Angsa Putih). Pola ini adalah varian bearish dari keluarga pola harmonic yang mengandalkan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan. Dinamakan "White Swan" karena bentuknya yang menyerupai leher angsa yang anggun sebelum akhirnya "menukik" ke bawah. Bagi trader yang memahami pola ini, White Swan dapat menjadi alat yang andal untuk mendeteksi puncak pasar dan mempersiapkan posisi short. Karakteristik White Swan (Bearish Harmonic Pattern) White Swan adalah pola harmonic bearish yang terbentuk dari empat swing point (titik ayunan) pada grafik harga, diberi label X, A, B, C, dan D (di mana D...

Artikel menarik lainnya:

  1. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  2. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  3. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  4. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  5. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  6. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  7. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  8. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  9. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  10. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

TradingView Chart - BOBA