Update: Kamis, 30 April 2026

BUVA

PT. Bukit Uluwatu Villa Tbk.

Rp 1.050
-2.33%
Volume
1.891.660 lot
MA 5
1.083
MA 20
1.178
RSI
40.32
High
1.070
Low
1.000
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.86%
Support (10d)
1.000
Resistance (10d)
1.380
Volume Trend (10d)
-40.5%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
3.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.826 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUVA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.380.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.000, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

Dalam analisis teknikal, nama W.D. Gann identik dengan pendekatan matematis dan geometris terhadap pasar. Di antara berbagai alat yang dikembangkannya, Gann Square of 144 menempati posisi istimewa. Gann sendiri menyebutnya sebagai "The Great Square" karena dianggap lebih unggul dibandingkan square lainnya, baik untuk analisis harga maupun waktu. Mengapa angka 144? Karena 144 adalah 12 kuadrat (12²), dan angka 12 memiliki signifikansi khusus: 12 bulan dalam setahun, 12 tanda zodiak, serta berbagai siklus alam lainnya. Gann percaya bahwa Square of 144 "mengandung semua square dari 1 hingga 144", menjadikannya alat yang komprehensif untuk memahami pergerakan pasar. Karakteristik Gann Square of 144 Gann Square of 144 adalah sebuah kotak (box) berukuran 144 unit dalam skala harga dan 144 unit dalam skala waktu. Dengan kata lain, sisi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  2. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  3. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  4. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  5. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  6. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  7. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  8. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  9. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  10. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - BUVA